Breaking

Tuesday, October 16, 2018

October 16, 2018

Uang Tabungan Rp 140 Juta Dicuri Adik Ipar untuk Berkencan dengan Pacar


NEWSWinBigLose.COM, TANGERANG - Uang tabungan ratusan juta rupiah milik Wati Pratiwi raib.

Uang yang rencananya akan digunakan untuk membangun kamar tersebut hilang dicuri adik iparnya berinisial AK.

Pelaku menggunakan uang curian itu untuk membahagiakan dan mengencani kekasihnya.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kapolsek Cipondoh, Kompol Sutrisno.

Ia menjelaskan korban menabung selama 7 tahun demi mengumpulkan uang itu.

Jumlah uang yang dicuri adik iparnya tersebut senilai Rp 140 juta.

Baca : Perang Fiksi Jokowi dan Prabowo. Mana yang Lebih Berbobot?

Berselang beberapa hari setelah mencuri, AK berhasil diringkus polisi.

Dari penangkapan itu, AK pun mengembalikan uangnya.

Namun nilainya berkurang karena sudah dipakai yakni sebesar Rp 100 juta.

AK sendiri ditangkap polisi saat berada di rumahnya Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Baca : Ah, Ternyata Bonus Belum Cair

"Hasil menabung ini untuk biaya membangun kamar anaknya. Tapi sebelum dimanfaatkan ada yang mencuri pelakunya adik ipar korban. Uangnya dipakai pelaku untuk membelanjakan pacarnya," ujar Sutrisno saat dijumpai di Mapolsek Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (15/10/2018).

Sutrisno mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan korban pada 29 September 2018 lalu.

Kemudian penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

"Tanggal 10 Oktober 2018 pada pukul 22.00 WIB kami berhasil menangkap pelaku di rumahnya,” ucapnya.

Baca : Berita vilar Bocah Berbaju Pramuka Teriak Ganti Presiden, Buwas Turun Tangan

Atas perbuatannya pelaku terkena Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian.

"Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," kata Sutrisno.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/10/15/uang-tabungan-rp-140-juta-dicuri-adik-ipar-untuk-berkencan-dengan-pacar
October 16, 2018

Ah, Ternyata Bonus Belum Cair


NEWSWinBigLose.com, JAKARTA - PB PTSI (Pengurus Besar Sepak Takraw Indonesia) melayangkan surat ke Kementerian Pemuda dan Olahraga mengenai permohonan bonus bagi pelatih dan asisten pelatih tertanggal 14 Oktober.

Di dalamnya tercantum lima nama pelatih dan asisten pelatih yang belum mendapat bonus usai meraih medali di Asian Games 2018 Agustus lalu.

Tim takraw Indonesia sukses menyumbangkan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu pada multievent empat tahunan se-Asia itu. Emas disabet dari tim kuadran putra yang berlaga di hari terakhir kompetisi 1 September. Posisi pelatih kepala dijabat oleh Arsy Syam dengan asisten pelatih Gunaryo.

Syam menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat pencairan bonus dari Kemenpora. Saat penyerahan bonus atlet di Istana Bogor, lanjut dia, Presiden RI Joko Widodo juga sudah mengatakan bonus bagi pelatih sudah selesai.

Baca : Berita vilar Bocah Berbaju Pramuka Teriak Ganti Presiden, Buwas Turun Tangan

”Tapi sampai saat ini belum ada. Tapi kabarnya sedang berproses,” katanya saat dihubungi, Senin (15/10).

Meski begitu, Syam masih berpikir positif tentang bonus yang belum cair. Menurut dia, mungkin karena anggaran belum tersedia atau mengevaluasi surat-surat yang telah diajukan PB PTSI.

Sebab, dalam surat tersebut dirinya sebagai pelatih kepala membawahi lima nomor peraih medali hanya tertulis sebagai pelatih di dua nomor. Tim kuadran putra dan tim regu putra yang meraih perunggu.

Pelatih yang juga staf pengajar di Universitas Negeri Gorontalo itu merasa kecewa. ”Ya bagaimana pun itu hak. Kami jujur merasa disepelekan,” ucapnya.

Baca : Perang Fiksi Jokowi dan Prabowo. Mana yang Lebih Berbobot?

Di sisi lain, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menegaskan, bonus sudah cair. Semua buku rekening atas nama pelatih ada di mejanya. ”Surat sudah datang dan saya terima. Tinggal ambil saja,” terangnya.

Isnanta menjelaskan, bonus atlet tidak diberikan bersamaan dengan atlet karena pada surat keputusan (SK) tidak tercantum sebagai pelatih, melainkan ofisial. Sebab, sesuai aturan di Kemenpora ofisial tidak mendapat bonus.

Maka dari itu, pihaknya meminta masing-masing pengurus besar maupun pusat cabor untuk mengubah SK lebih dulu. ”Supaya jelas siapa pelatihnya, melatih siapa di nomor apa,” ujar Isnanta.

Dia menghimbau kepada seluruh pelatih dan asisten pelatih seluruh cabor untuk segera mengambil bonusnya di Kemenpora.

Sumber:
https://www.jpnn.com/news/ah-ternyata-bonus-belum-cair?page=1
October 16, 2018

Berita vilar Bocah Berbaju Pramuka Teriak Ganti Presiden, Buwas Turun Tangan


NEWSWinBigLose.com, Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) turun tangan menelusuri video viral siswa yang berteriak '2019 ganti presiden'. Dia ingin memastikan apakah bocah-bocah tersebut merupakan anggota Pramuka.

Pasalnya, anak-anak dalam video tersebut mengenakan baju cokelat layaknya seragam Gerakan Pramuka. Buwas menyimpulkan bocah dalam video tersebut bukan anggota Pramuka.

"Hasil pendalaman dari saya, tim Kwarnas dan kwarda, kita kesimpulan, ternyata mereka bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka diseret ke kepentingan bukan Pramuka. Saya tidak mau Pramuka dicederai oleh sekelompok orang yang seolah-olah itu Pramuka," ucap Buwas di kantor Kwarnas Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Baca : Perang Fiksi Jokowi dan Prabowo. Mana yang Lebih Berbobot?

Buwas, yang baru menjabat Ketua Kwarnas pada September lalu, tak ingin Pramuka dibawa ke kepentingan politik. Mantan Kepala BNN ini tidak akan menuntut ke jalur hukum karena hal itu bukan Pramuka. Dia menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

"Yang paling penting bagi saya adalah menjelaskan bahwa itu bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka dicederai. Soal kelanjutan apakah ada pelanggaran hukum, saya serahkan kepada kepolisian," ucap jenderal bintang tiga ini.

Dalam hasil penelusurannya, Buwas melihat tak ada hal yang berkaitan dengan Pramuka. Dia yakin bocah dalam video tersebut bukan anggota Pramuka.

"Tidak ada pembina Pramuka di sekelompok orang yang gunakan pakaian seragam mirip seragam Pramuka. Tidak ada tanda kemahiran khusus dan kemahiran umum sehingga itu bukti mereka bukan Pramuka," kata Buwas.

Baca : Ah, Ternyata Bonus Belum Cair

"Tidak ada badge kwarda dan kwarcab, itu yang harus kita pahami, nomor gudep (gugus depan) juga tidak pakai, dan tidak pakai tutup kepala sebagaimana mestinya, dan tidak ada logo Boy Scout, itu juga tidak ada," sambungnya.

Terkait hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berang. Dia mengatakan akan menelusuri sekolah tempat video viral itu dibuat. Dia mengatakan akan memberi sanksi keras jika guru terlibat dalam video tersebut.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi yakin ada pihak yang ingin memanfaatkan Pramuka. Dia menyayangkan anak-anak yang dilibatkan dalam politik praktis dan berharap aktor yang memobilisasi anak-anak ditangkap.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal '2019 ganti presiden'.

"2019...," teriak pria itu memberi aba-aba.

"Ganti presiden," balas anak-anak yang memakai baju Pramuka. 

Sumber: 
https://news.detik.com/berita/d-4259864/bocah-berbaju-pramuka-teriak-ganti-presiden-buwas-turun-tangan?tag_from=wp_nhl_judul_7&_ga=2.256574027.1963788177.1539710808-1571760208.1539710808
October 16, 2018

Perang Fiksi Jokowi dan Prabowo. Mana yang Lebih Berbobot?


NEWSWinBigLose.com - Pidato Jokowi menjadi heboh saat pembukaan Annual Meeting Plenary IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali. Dalam pidato tersebut Jokowi menggunakan film. Akan tetapi, apa yang dilakukan oleh Jokowi bukan yang pertama kali. Sebelumnya dia mengatakan kondisi ekonomi global saat ini sedang menuju perang tak terbatas atau infinity war, salah satu seri Film Avengers yang dirilis beberapa waktu lalu.

Jokowi dan para menteri-nya merupakan Avengers. Ia bercerita ada Thanos, sosok yang mengancam memusnahkan setengah populasi bumi di dalam film tersebut. Dari apa yang disampaikan, Jokowi sedang menyampaikan dua hal. Pertama, menyampaikan pesan secara lebih sederhana pada dua kalangan. Yang pertama adalah pemimpin dunia dan yang kedua kalangan anak muda.

Sebagai kepala negara, Jokowi perlu dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan kebijakannya. Film dipilih karena merupakan salah satu media yang digemari kaum milenial. Makanya ketika ada analogi sebuah film maka tidak lepas untuk menarik simpati kaum milenial. Sekaligus memberikan penjelasan yang lebih sederhana di ruang publik.

Akan tetapi, apa yang dilakukan oleh Jokowi merupakan kkritik tajam yang relevan dan mudah dipahami oleh kebanyakan audiens. Peraihan simpati dari kalangan muda hanya efek sampingnya. Isinya mengkritik terhadap dunia-dunia maju yang berkembang, yang saling ingin mengalahkan tapi lupa dengan ancaman yang lebih besar.

Baca : Berita vilar Bocah Berbaju Pramuka Teriak Ganti Presiden, Buwas Turun Tangan

Jokowi juga dinilainya memilih film karena memahami seni dalam berpidato. Dia ingin keluar dari kebiasaan pidato yang membosankan, meski justru gimmick-nya yang banyak diterima. Ini menjadi nilai positif bagi Jokowi. Bahkan, secara tidak langsung ini dapat menaikan elektabilitas Jokowi untuk Pilpres 2019.

Kubu oposisi sebenarnya menyadari betul isi pidato tersebut. Serta mengetahui, dampaknya sangat luas. Untuk itu, kubu oposisi kepanasan dengan apa yang dilakukan. Apa yang dilakukan oleh Jokowi, ini memberikan sebuah harapa bahwa Indonesia menjadi lebih baik. Hal yang paling telak adalah Prabowo kalah telak dalam strategi. Di mana Prabowo mengutip karya fiksi 'Ghost Fleet' dalam pidatonya untuk menyampaikan hipotesis atau ramalan, bukan analogi, mengenai Indonesia yang bisa bubar di 2030.

Itu hipotesis siapapun boleh menyampaikan hipotesis. Boleh jadi beliau sudah mendapatkan data, fakta, teori atau gabungan semuanya, maka sah sah saja. Nanti tinggal lihat apa benar 2030 akan terjadi. Sayangnya, hal disampaikan oleh Prabowo hanya sebuah khayalan. Di sini juga kita menandakan bahwa Prabowo sedang memainkan ketakutan kepada masyarakat.

Sebagai rakyat jelata, saya mengamati ada banyak ketakutan yang Prabowo lemparkan. Prabowo sudah mengungkapkan bahwa Indonesia sedang sakit. Kita mengetahui, ini adalah kebohongan. Jika kebohongan yang diulang berkali-kali, masyarakat akan dipaksa percaya tentang kebohongan yang dilakukan. Prabowo menyampaikan kritikan berupa hipotesis. Tujuan Prabowo melemparkan hipotesis itu tentu untuk mendulang simpati dari masyarakat.

Baca : Ah, Ternyata Bonus Belum Cair

Pesannya, jika pemerintah terus tidak bekerja dengan benar maka pada 2030 Indonesia akan buyar. Jika hipotesanya benar, maka kredibilitas pesan Prabowo akan naik. Namun jika yang sebaliknya terjadi maka justru akan menjadi bumerang bagi mantan Danjen Kopassus itu. Efeknya, dari apa yang dilakukan oleh Prabowo selama, elektabilitasnya seringkali menurun dan bahkan stagnan.

Sayangnya, hal ini tidak difahami oleh Prabowo. Terakhir, Prabowo malah membuat kekacauan dengan ucapan yang mengungkapkan Indonesia sedang sakit dan ugal-ugalan. Padahal, hal ini dibuat olehnya yang melemparkan sejumlah pesimisme kepada masyarakat. Untuk stategis menjatuhkan seseorang Prabowo sangat pandai. Sayangnya, Prabowo tidak memberikan penawarnya.

Kalau tidak benar maka kredibilitas pesan akan dipertanyakan, kalau itu terjadi maka kredibilitas pesannya meningkat. Pesannya, bukan orangnya. Tapi itu masih terlalu jauh pandangan itu tidak terlalu berpengaruh pada elektabilitas sekarang. Terlepas dari hal itu, penggunaan karya fiksi dalam pidato dengan tujuan mengkritik adalah hal yang baik dari kedua kubu.

Mengkritik dengan menggunakan media yang diketahui banyak orang terkesan lebih elegan dan mudah dipahami sehingga tak perlu ditanggapi sebagai khayalan. Cara pandang dua-duanya adalah keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Kalau dimaknai sebagai kritik dengan analogi fiksi itu sah-sah saja, itu kritik yang elegan, cara yang baik, tidak menohok, mengajak berpikir biar mudah dipahami.

Sumber:
https://seword.com/umum/perang-fiksi-jokowi-dan-prabowo-mana-yang-lebih-berbobot-QUrX2YOwu

Sunday, October 14, 2018

October 14, 2018

Biayai Operasi Katarak Gratis, Tambang Emas Martabe Gelontorkan Rp2 Miliar


PADANGSIDIMPUAN, NEWSWinBigLose.com  – PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe menggelontorkan dana 130 ribu USD atau sekitar Rp2 miliar, untuk penyelenggaraan rangkaian operasi katarak gratis 2018. Jumlah itu belum termasuk biaya promosi dan berbagai pernak-pernik lainnya.
“Dana yang kita siapkan naik setiap tahun. Selama dua tahun terakhir, nilainya kurang lebih Rp2 miliar per tahun,” kata Presiden Direktur PT Agincourt Resource, Tim Duffy, di sela-sela kegiatan Operasi Katarak Gratis yang digelar Tambang Emas Martabe bekerja sama dengan Kodam I BB dan ANV, di RS TNI Losung Batu Padangsidimpuan, Minggu (14/10/2018).

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis telah digelar tiap tahun sejak tahun 2011. Tahun ini, berlangsung sejak 10-15 Oktober 2018. Hingga Minggu (14/10) pagi, total mata yang telah dioperasi lebih dari 500 mata.

“Operasi katarak gratis ini ditargetkan 1.200 mata. Sebelumnya operasi katarak gratis juga dilaksanakan di Rumah Sakit TNI Putri Hijau, Medan,” jelasnya.

Baca : Presiden Jokowi dengan memberikan ilustrasi yang mudah diterima, serta secara nalar sangat relevan dengan situasi dunia saat ini

Selama penyelenggaraan, Tambang Emas Martabe telah menyaksikan betapa pemulihan penglihatan pascaoperasi katarak gratis, sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Oleh karena itu, Tambang Emas Martabe komit tetap melanjutkan kegiatan ini, agar masyarakat dapat menerima manfaat sebanyak mungkin,” terangnya.

Untuk membantu kelancaran dan kesuksesan rangkaian kegiatan, Tambang Emas Martabe melibatkan lebih dari 200 relawan yang berasal dari karyawan dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Padangsidimpuan dan Medan.
Para relawan akan membantu pasien mulai dari proses pemeriksaan mata, operasi, hingga pasca operasi katarak.

“Hanya pasien penderita katarak yang akan dioperasi gratis. Jika penyakitnya bukan katarak, pasien tidak akan dioperasi tapi tetap diberikan konseling non katarak,” tuturnya.

Tim juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berbagi sumber daya untuk penyelenggaraan operasi katarak gratis tersebut. Khususnya TNI dan ANV.

Baca : Mengenaskan, Satu Persatu Jasad Korban Penculikan Ditemukan Tewas di Sungai, Kaki dan Tangan Terikat

Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Sabrar Fadhilah, dalam sambutannya yang dibacakan Danrem 023/KS, Kol Inf M Fadjar, mengatakan katarak merupakan penyakit mata yang bisa menimpa semua umur. Dapat mengakibatkan seseorang mengalami kebutaan secara permanen.

“Selama ini, masyarakat kurang akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik, lokasi yang jauh, dan terkendala pembiayaan. Karena itu, Kodam bekerjasama dengan PT Agincourt Resources dan A New Vision, menggelar baksos operasi katarak gratis,” katanya.

Ia berharap, para penderita katarak dari berbagai daerah kabupaten, dapat terbebas dari kebutaan akibat katarak.

“Penderita diharapkan sembuh, percaya diri, dan aktif kembali seperti sedia kala. Ini tugas yang tidak ringan, tetapi mengandung kehomatan. Bersama pemerintah, TNI membangun masyarakat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial,” katanya.

Sumber:
https://sumutpos.co/2018/10/14/biayai-operasi-katarak-gratis-tambang-emas-martabe-gelontorkan-rp2-miliar/
October 14, 2018

Mengenaskan, Satu Persatu Jasad Korban Penculikan Ditemukan Tewas di Sungai, Kaki dan Tangan Terikat

Jasad Solihin dalam keadaan tangan dan kaki terikat ditemukan di pinggir Sungai Blumai Dusun Bintang Meriah Desa Limau Mungkur Kecamatan STM Hilir, Minggu (14/10/2018). Kondisi terikatnya jasad Solihin sama seperti jasad ayahnya Muhajir yang ditemukan lebih dahulu. Kini hanya Suniati, istri Muhajir yang belum ditemukan keberadaannya.

NEWSWinBigLose.com, LUBUKPAKAM - Warga kembali menemukan mayat di Sungai Blumai kawasan Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang, Minggu, (14/10/2018).

Diduga mayat ini merupakan Solihin, siswa SMP Negeri 2 Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang.

Solihin merupakan satu di antara korban penculikan dan pembunuhan satu keluarga yang merupakan warga Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjungmorawa.

Jasad bapaknya, Muhajir sudah ditemukan dua hari lalu di Sungai Blumai Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir.

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, jasad Solihin ditemukan warga sekitar pukul 16.30 WIB di Sungai Blumai Dusun Bintang Meriah Desa Limau Mungkur Kecamatan STM Hilir.

Baca: Presiden Jokowi dengan memberikan ilustrasi yang mudah diterima, serta secara nalar sangat relevan dengan situasi dunia saat ini

Sama seperti ketika jasad Muhajir ditemukan, kondisi jasad Solihin juga ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat.

Kapolsek Talun Kenas, AKP Hotman Samosir yang dihubungi sekira pukul 19.00 WIB menyebut mayat yang ditemukan di pinggir sungai belum selesai dievakuasi.

Ia membenarkan kalau keluarga korban sudah datang ke lokasi.

"Kita belum dapat pastikan siapa sebenarnya mayat ini. Untuk memastikannya setelah kita evakuasi kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan dulu lah nanti. Di autopsi dan diambil dulu sidik jarinya. Kalau usianya memang sekitar 12 tahunan gitu," kata Hotman.


Muhajir dan keluarganya hilang dari rumanya yang berada di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjungmorawa Selasa lalu.

Saat ini tinggal jasad istrinya Suniati yang belum ditemukan keberadaannya. Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Diberitakan Tribun-Medan.com sebelumnya, hingga Jumat (12/10/2018) lalu, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap dugaan kasus penculikan dan pembunuhan yang dialami keluarga yang berada di Gang Rambutan Dusun III Desa Bangun Sari, Tanjungmorawa, Deliserdang.

Belum dapat dipastikan bagaimana saat ini nasib dari Suniati dan anak bungsunya Solihin.

Sementara jenazah Muhajir sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. Sebelumya jasad Muhajir ditemukan warga dalam keadaan kaki dan tangan terikat di Sungai Blumai Desa Tadukan

Muhajir merupakan manager di PT Domas atau pabrik Kacamata Mata Tanjung Morawa.

Pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di rumah Muhajir, Jumat (12/10/2018) siang.

Baca : Biayai Operasi Katarak Gratis, Tambang Emas Martabe Gelontorkan Rp2 Miliar

Tim identifikasi Polda Sumut memasuki dan mendokumentasikan setiap ruangan rumah. Setelah itu mereka juga memberi police line.

Desi yang merupakan anak pertama korban berharap agar ibu dan adiknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Ia menyebut ayahnya sudah dikebumikan Kamis, (11/10/2018) malam.

Ia tahu mayat yang ditemukan di sungai ayahnya setelah ikut polisi melihat mayat yang ditemukan di STM Hilir.

Desi, anak sulung dari Muhajir saat diwawancarai di rumah kontrakannya, Jumat (12/10/2018). Desi dan keluarganya masih dalam suasana duka terkait penemuan mayat ayahnya di sungai dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali. Sedangkan ibu dan adik bungsunya hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya. (TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR)

"Bapak dan ibu saya itu orangnya baik lah. Setahu saya enggak punya musuh mereka. Tapi kok bisa tega kali pelakunya. Saat ditemukan di sungai ayah saya dalam keadaan kaki dan tangannya terikat. Saat ini belum ada kabar dari polisi dimana ibu dan adik saya," ucap Desi dengan raut wajah sedih saat ditemui dirumah kontrakannya.

Rumah kontrakan Desi ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah orang tuanya. Ia memilih mengontrak karena sudah berkeluarga. Saat diwawancarai Tribun Desi bahkan sempat menangis.

"Padahal Senin malam adik saya itu masih datang ke rumah, dia belajar karena mau ujian paginya. Jam sembilan malam itu dia pulang dari rumah saya. Kalau sama ibu hari Senin ya masih jumpa dia main ke rumah. Di situ sajalah terakhir saya jumpanya. Selama ini mereka juga enggak pernah ada cerita punya masalah, ya itu karena orang tua saya memang enggak ada musuhnya," kata Desi diiringi tangisan tersedu-sedu.

Sumber:
http://medan.tribunnews.com/2018/10/14/mengenaskan-satu-persatu-jasad-korban-penculikan-ditemukan-tewas-di-sungai-kaki-dan-tangan-terikat
October 14, 2018

Presiden Jokowi dengan memberikan ilustrasi yang mudah diterima, serta secara nalar sangat relevan dengan situasi dunia saat ini


Barangkali belum pernah terpikirkan oleh Presiden Indonesia sebelumnya, bahwa forum dunia yang dihadiri oleh mereka berpotensi sebagai medan magnet yang sangat besar dan tidak terduga, sehingga daya tarik Indonesia lebih berdampak luas.

Gaya Presiden Joko Widodo yang ditampilkan dalam Plenary opening pertemuan tahunan IMF-WB di Bali, setidaknya memberikan gambaran perhatian dunia bisa terfokus kepada negara kita dalam konteks positif, berkat kepiawaian Presiden memberikan gambaran siuasi terkini dunia, melalui analogi sebuah cerita fiksi.

Baca: Biayai Operasi Katarak Gratis, Tambang Emas Martabe Gelontorkan Rp2 Miliar

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastadi mengatakan analogi game of thrones yang digunakan Presiden Joko Widodo untuk menggambarkan kondisi ekonomi dunia, tepat. "Analogi game of thrones tepat sekali," kata Fithra saat ditemui di Warung Daun Cikini, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Fithra mengatakan ketika memainkan Game of Thrones, siapapun yang memainkan itu akan mati, baik yang kalah maupun yang menang, tidak ada yang kemudian untung. Menurut Fithra dalam konteks trade war antara Amerika dengan Cina, kalau terus terjadi ada potensi kontraksi output global sekitar 0,8 persen. "Artinya, ini sangat buruk sekali buat pelaku ekonomi atau buat negara dalam konteks global," ujar Fithra. sumber : Game of Thrones


Sebagaimana kodrat alami manusia, dan bahkan makhluk-makhluk di dunia, mereka kerap memerlukan seorang sosok pemersatu. Karena keterbatasan kemampuan manusia sangat beragam, di lain pihak juga banyak diantaranya yang memiliki kelebihan dibanding sosok lainnya. Maka perlu muncul seorang yang diakui menjadi perekat dari semua kalangan.

Seperti dalam kaitan perang dagang antara Amerika dengan negara-negara adi daya lainnya, untuk mengatasinya harus ada pihak lain yang berperan menjadi penengah, agar diantara negara yang bersaing tadi tidak terlalu jauh saling menyerang, sementara secara tidak sadar mereka sedang memicu kehancuran menyeluruh.

Kita patut berbangga, satu langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi, dengan memberikan ilustrasi yang mudah diterima, serta secara nalar sangat relevan dengan situasi dunia saat ini, semoga memberikan kesadaran kepada para pemimpin dunia, untuk lebih berpikir konstruktif.

Jokowi setidaknya telah memancing kesadaran para pemimpin, bahwa dunia ini bukan hanya mengakomodasi kepentingan mereka yang kuat secara ekonomi, melainkan juga seluruh kawasan yang harus dipandang sama pentingnya.

Jika dianalogikan dengan sesuatu yang lain, misalnya sebuah mesin besar, dimana tidak mungkin berjalan dengan baik, jika saja kehilangan satu baut atau mur, yang secara kasat mata tidak berperan besar, tetapi sangat berpengaruh kepada performa mesin tersebut secara keseluruhan. Demikian juga dengan perputaran roda ekonomi dunia.

Baca : Mengenaskan, Satu Persatu Jasad Korban Penculikan Ditemukan Tewas di Sungai, Kaki dan Tangan Terikat

Amerika atau negara besar lainnya, mereka tidak dapat hidup mandiri selamnya. Pada saat-saat tertentu ketergantungan mereka kepada negara-negara berkembang juga cukup besar. Bahkan konsumen produk yang mereka jual, pasti berasal dari negara berkembang.

Jika mereka sibuk dengan mengangkat keakuanmasing-masing, dan meninggalkan kepentingan negara lain, maka kita tinggal menunggu waktu akan tibanya kehancuran bersama.

Hanya saja, kebanyakan manusia, termasuk para pemimpin negara adidaya, mereka sering terlambat menyadari, ketika masalahnya terlanjur menjadi besar dan sulit ditanggulangi. Bayangkan jika situasi ancaman alam ini berhasil dicegah beberapa tahun lebih awal, barangkali prahara yang saat ini kita hadapi, dampaknya tidak seburuk ini.

Seperti dikemukakan oleh Wapres di forum PBB belum lama ini, bahwa kita memerlukan sosok pemersatu untuk mensinergikan langkah penanggulangan tantangan dunia masa depan. Karena teknologi yang telah membawa kemajuan dalam peradaban manusia, juga mendatangkan sisi gelap berupa masalah lingkungan dan perubahan iklim, maka harus segera diatasi secara bersama-sama, dan tidak boleh hanya dikelola secara parsial.

Dengan mengingatkan telah datangnya Evil winter, seperti yang disitir dari kisah fiksi Game of Throhnes, Presiden secara tersirat memberi peringatan kepada para pemimpin dunia, agar menyadari betapa kelamnya masa depan dunia, jika kita hanya mengutamakan kepentingan negara masing-masing, dan menafikkan ancaman dari alam.

Mengeksploitasi alam secara berlebihan ternyata mendatangkan terganggunya keseimbangan alam itu sendiri. Maka sangat bijak cara Presiden mengajak para pemimpin dunia untuk menginvestasikan lebih besar kepada penyediaan energi terbarukan, agar ketergantungan kepada energi yang bersumber dari perut bumi dapat dikurangi semaksimal mungkin.

Patut pula disesalkan jika pidato ini disikapi sebagian kalangan sebagai pencitraan pribadi seorang Presiden. Bahkan sebagian lainnya menyebutnya sebagai mengeksploitasi kisah khayalan. Sungguh komentar yang mencederai logika, jika tanggapan negatif seperti ini terus menerus dikembangkan, semata-mata untuk tujuan politik sesaat.

Publik Indonesia perlu terus memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah untuk semakin memainkan peran penting dalam kancah pergaulan dunia, termasuk upaya mencegah bencana yang semakin mengancam. Dan analogi yang disampaikan Presiden kali ini, kita bisa nilai sebagai cara efektif untuk mengajak para pemegang otoritas pengambil keputusan, berpikir keras untuk menciptakan persatuan menghadapi musuh bersama, yakni bencana global, yang dianalogikan sebagai evil winter.

Sumber:
https://seword.com/politik/penegasan-jokowi-tentang-musuh-bersama-dunia-dia-sebut-evil-winter-i-gtnh7dQ