Breaking

Tuesday, September 11, 2018

Benarkah Sandiaga Provokasi Demo Mahasiswa Riau Yang Bakar Pocong Jokowi?


RIAU - Mengadakan demo itu memang hak, dalam konteks menyampaikan pendapat di muka umum. Kita juga punya Undang Undangnya, nomor 9 tahun 1998, yang mengatur hak dan kewajiban dalam menyampaikan pendapat ini. Apalagi kalau yang demo adalah para mahasiswa. Mereka harusnya lebih paham undang undang ketimbang masyarakat umum. Betul?

Demo para mahasiswa yang terjadi pada hari Senin lalu di Pekanbaru, Riau, tergolong militan, radikal dan beringas. Karena pakai bakar-bakar foto dan pocong yang mereka anggap sebagai Presiden Jokowi. Saya pun kepo, ini mahasiswa mana? Ternyata dari Universitas Islam Riau (UIR).

Dilansir jpnn.com, demo ini menuntut Jokowi turun dari jabatan presiden. Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) merasa kecewa dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. "Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1," kata Guntur.

Para mahasiswa ini mendatangi gedung DPRD Riau. Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini, tiba di gedung rakyat sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah. Selain itu, mereka membawa boneka pocong dengan foto Jokowi. Setibanya di depan gerbang kantor DPRD Riau, massa sudah ditunggu oleh aparat kepolisian yang berjaga. Namun, aparat tak bisa berbuat apa-apa saat massa memaksa masuk ke halaman DPRD Riau.

Setelah berhasil meringsek masuk, massa mengantungkan pocong itu di sebuah tiang di kantor DPRD Riau. Sementara Bendera Merah Putih mereka turunkan setengah tiang. Tampak pocong tersebut tergantung di tiang itu. Sekitar 15 menit di luar gedung, mereka memaksa masuk ke dalam gedung. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan polisi dan Satpol PP. Meski begitu, massa berhasil masuk ke dalam gedung sambil membawa serta pocong Jokowi ke dalam gedung. Mereka masuk ke dalam gedung rapat paripurna. Di dalam ruangan rapat paripurna, para mahasiswa ini menggelar sidang rakyat yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mahasiswa Riau juga sempat mengarak dan membakar boneka pocong dan foto Jokowi yang dibaringkan di jalanan depan Kantor DPRD Riau.

Sangat disayangkan ya. Sementara generasi muda milenial sedang berlomba-lomba meningkatkan potensi dan prestasi, menjelang Revolusi Industri 4.0, yang demo pakai maksa dan bakar-bakaran. Tuntutannya pun membingungkan. Apakah ekonomi sedang jelek sekali seperti di Turki dan Venezuela? Tingkat inflasi saja beda banget dengan kedua negara itu, maupun dengan kondisi Indonesia di tahun 1998 (krismon). Malah kalau bukan Jokowi presidennya, saya nggak yakin harga-harga pangan bisa stabil.

Lalu selamatkan demokrasi dari apa? Memangnya ada yang mengancam demokrasi Pancasila? Bukankah yang mau mengganti sistem itu gerakan ganti presiden. Tuh ada videonya Mardani Ali Sera (PKS) yang jelas-jelas mau ganti sistem. Kenapa malah menuntut Jokowi yang turun? Logikanya di mana?

Dan yang terakhir tentang korupsi PLTU Riau 1 itu sedang diusut bukan?

https://news.detik.com/berita/d-4205112/direktur-pln-dipanggil-kpk-terkait-suap-pltu-riau-1

Terus salahnya Jokowi di mana?

Seorang politisi dari partai NasDem, Niluh Djelantik lah yang mengungkap dugaan provokasi yang dilakukan oleh Sandiaga, cawapresnya Prabowo, terhadap demo para mahasiswa ini. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, Sandiaga mengadakan kuliah umum di UIR. Yakni pada hari Selasa, tanggal 4 September 2018.

Menurut Rektor UIR, acara ini dilaksanakan oleh mahasiswa sendiri, termasuk yang menghubungi Sandiaga adalah dari pihak mahasiswa. "Kuliah umum itu untuk mahasiswa jadi yang menghubungi beliau (sandiaga uno) itu adalah mahasiswa," kata Syafrinaldi. Oww gituu…

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/09/03/sandiaga-uno-beri-kuliah-umum-di-kampus-universitas-islam-riau-ini-kata-rektor

Niluh mengunggah foto keakraban Sandiaga dengan seorang mahasiswa yang disebut bernama Hengky Primana, yang juga merupakan Ketua Senat (BEM) mahasiswa UIR. Niluh juga mengunggah video pembakaran foto dan pocong Presiden Jokowi.

Kemudian Niluh mempertanyakan kepada Sandiaga, ilmu pengetahuan apa dan inspirasi yang bagaimana yang dibagikan Sandiaga kepada para mahasiswa itu, sehingga mereka menjadi beringas dalam demonya? “Kamu (Sandiaga) tahu tindakan anarkis mereka mau tak mau akan “menutup” masa depan mereka. Boro-boro jadi entrepreneur, nyari kerja saja bakalan susah. Bayangin kalo kesal sama pimpinan kantor atau rekan sekerjanya, bukan tak mungkin acara bakar-bakaran kayak di video ini bisa terulang. Sebagai pengajar mahasiswa dan UKM yang tak henti membangkitkan semangat mereka untuk mandiri, cinta negeri dan mental tangguh untuk membangun bangsa, sungguh sedih aku San. Inikah wajah Indonesia yang mau kamu tampilkan ke seluruh dunia ?” tulis Niluh dalam postingan di akun Facebook miliknya.

https://web.facebook.com/niluhdjelantik/videos/245301542850149/

Kita tunggu saja, apa reaksi Sandiaga Uno, yang pengusaha muda, sekaligus santri dan ulama itu.


Sumber:
https://seword.com/politik/benarkah-sandiaga-provokasi-demo-mahasiswa-riau-yang-bakar-pocong-jokowi-wh8hScn0W

Facebook : https://web.facebook.com/niluhdjelantik/

https://www.jpnn.com/news/aksi-turunkan-jokowi-diwarnai-bakar-boneka-pocong-dan-foto

No comments:

Post a Comment