Breaking

Sunday, September 30, 2018

Fakta Membuktikan, Soeharto Dalang G30S PKI


NEWSWinbigLose.com - Narasi kelompok pendukung mantan mantu Soeharto makin menjijikkan. Danjen Kopassus yang naik pangkat karena dikatrol mertuanya itu sedang mengobok-obok muka sendiri, ketika menyinggung isu PKI.

Sejarah memang diburamkan oleh Orde Baru. Kebenaran tunggal dibangun selama puluhan tahun. Jutaan orang manggut-manggut seperti kerbau yang dungu. Sebagian kecil yang bernarasi lain langsung di-PKI-kan. Kalau sudah di-PKI-kan, otomatis diateiskan. Kalau sudah diateiskan, otomatis ahlu nar.

Nerakanya mbahnya mereka.

Narasi pertama, Dewan Jenderal (Ahmad Yani) mau memberontak. Faktanya Yani itu orang kepercayaan Soekarno. Orang ini bahkan dicalonkan Soekarno sebagai penggantinya kelak. Hubungan mereka dekat. Sungguh tak masuk akal jika Yani merebut apa yang akan diwariskan kepada dirinya.

Narasi ini tolol sekali. Dan ini dipercaya jutaan orang selama puluhan tahun. Propaganda yang luar biasa.

Kemudian, jika Yani ingin memberontak, dan pemberontakannya sudah digagalkan oleh Untung, kenapa Soekarno malah jatuh? Bukankah mestinya Soekarno makin kuat dan Untung diberi penghargaan?

Narasi kedua, Pasukan Pengawal Istana (sekarang Paspamres) yang dikomandoi Letkol Untung mau menggagalkan pemberontakan itu, tapi justru mereka diganjar hukuman mati. Aidit sebagai pimpinan PKI malah ikut mengungsi ke Halim. Dan tidak bertanggung-jawab atas aksi Untung dan anak buahnya.

Dari mana Untung dapat info pemberontakan Dewan Jenderal? Itu jelas operasi false flag yang dimakan mentah-mentah Untung. Anehnya gembong sebenarnya tidak ditangkap. Untung seperti cerita Kebo Ijo yang dikorbankan Ken Arok, sebagai kambing hitam demi suksesi kekuasaan.

Narasi ketiga, Soeharto tidak ikut diculik, padahal dia berseberangan dengan PKI. Soeharto juga memusuhi Yani yang pernah memecatnya, karena Soeharto ketahuan menyelundupkan gula. Posisi Soeharto sangat strategis dan berbahaya bagi PKI. Ternyata faktanya, komandan penculik itu bawahan Soeharto. Bahkan ada persetujuan antara Soeharto dengan Untung sebelum aksi itu dilakukan.

Yang memberontak Dewan Jenderal (Yani), yang menggagalkan dari kelompok PKI (Untung), yang dapat jasa penonton di pinggir lapangan bernama Soeharto. Logis?

Narasi keempat, Untung mewakili kubu PKI telah menggagalkan pemberontakan Yani, tapi kenapa justru angota PKI yang dibersihkan? Daftar nama mereka didapat Soeharto dari CIA. Bukankah mereka telah berjasa melindungi Soekarno melalui kerja Untung?

Mestinya PKI dapat bintang jasa karena menyelamatkan presiden Soekarno, bukan malah dihabisi. Karena dihabisi, itu berarti PKI tidak sedang memberontak. Tapi mereka dijebak dengan berita palsu yang dimakan Untung dan dikompori Soeharto. Kemudian mereka dikambing-hitamkan.

Narasi kelima, Indonesia saat itu mengalami krisis, ekonomi kacau. Karena itu Soekarno jatuh. Tapi faktanya, Soeharto-Nasution menaikkan gaji tentara hingga 500% dan mengusir tengkulak Cina. Akibatnya kondisi keuangan makin tekor, bahan pangan susah karena tidak ada yang menjualnya. Artinya, Soeharto sengaja menciptakan chaos dan inflasi itu.

Tujuannya agar mudah mengendalikan massa yang lapar dan frustasi. Dengan kondisi kacau itulah Soeharto memaksa Soekarno membuat Supersemar. Lalu dia bertingkah bak pahlawan kesiangan membantai jutaan manusia. Makhluk paling berdosa dalam sejarah Indonesia ini malah dianggap pahlawan. Dan sekarang anak-anaknya mau membangkitkan dinasti mereka lagi.

Narasi keenam, PKI membuat propaganda lewat radio dan media massa. Sehingga buruh tani merebut sawah, meniru seperti revolusi Bolshevik. Terjadi sentimen dari kalangan non-PKI. Faktanya, kondisi itu sengaja dikipasi musuh PKI. Mungkin PKI memang membuat propaganda dan punya kepentingan. Tapi Soeharto memanfaatkan sentimen itu dan balik menumpas mereka.

Massa PKI hanya beberapa tentara yang loyal pada Soekarno, buruh tani, seniman kiri. Jumlah total mungkin berjuta-juta, tapi mereka kebanyakan hanya rakyat biasa. Dengan kekuatan tak seberapa itu, mustahil mereka hendak menggoyang pemerintahan yang sah. Lagipula mereka diuntungkan oleh pemerintahan Soekarno. Mereka berlindung pada belas-kasihan Soekarno.

Tidak masuk akal jika mereka merobohkan benteng yang melindungi diri mereka sendiri.

Ada banyak narasi prematur lain yang dibuat Orde Baru, tapi semuanya tak masuk akal. Dulu orang-orang menerima narasi Soeharto itu, karena kebencian terhadap PKI yang sengaja ditumbuhkan Soeharto cs sebelum dan sesudah peristiwa G30S. Sekarang sesudah dilakukan penelitian mendalam seperti Cornel Pappernya Benedict Anderson, dan dibukanya surat rahasia Amerika, terang sudah, justru Soehartolah dalang dari peristiwa G30S. Karena itu dia tidak termasuk di antara nama jenderal yang diculik.

Kemungkinan lain yang tak terhindarkan adalah, Soeharto tahu peristiwa itu, tapi sengaja membiarkan. Kenapa begitu? Karena yang akan dihabisi adalah musuh-musuhnya. Soeharto adalah calon yang disiapkan Amerika untuk menggantikan Soekarno yang kolot dan dekat dengan PKI.

Soeharto jelas korup, bakat berkhianat, raja tega, posisinya paling aman, karena itulah ia calon paling cocok jadi bonekanya Amerika.

Permusuhan di akar rumput, keberanian angota PKI merebut tanah, membuat propaganda di radio. Semua itu secara tak langsung bagian dari strategi bosnya Soeharto (the invisible hand). Sebagai jalan memuluskannya jadi presiden sesudah Soekarno.

Sekarang narasi PKI itu kembali dipakai kelompok pendukung mantan mantu Soeharto. Persis sebagaimana dulu dilakukan Soeharto ketika mengkudeta Soekarno. Dulu PKI masih ada, sekarang bangkainya saja sudah tidak ada. Jutaan pendukung PKI sudah dihabisi. Padahal sebagian anggota PKI itu muslim, bahkan ulama, seperti Haji Misbach dan kawan-kawannya.

PKI hanya wadah, partai, organisasi, tidak otomatis ateis sebagaimana anggapan orang-orang kesurupan itu.

Yang berbahaya sekarang itu pemberontak bernama HTI. Orang-orangnya masih ada. Mereka hanya dibubarkan, tapi tidak dihabisi seperti jutaan simpatisan PKI jaman dulu. Mestinya kalau mau adil, muncul kembali tukang jagal model Soeharto dan membersihkan mereka dari bumi Indonesia.

Barulah anggota pemberontak HTI itu akan terkencing-kencing di celana cingkrangnya.

Rujukan:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cornell_Paper

https://m.merdeka.com/peristiwa/g30s-kudeta-bingung-letkol-untung.html

https://www.google.co.id/amp/s/m.viva.co.id/amp/berita/politik/960897-percakapan-bung-karno-dan-yani-soal-dewan-jenderal

Sumber: https://seword.com/politik/fakta-membuktikan-soeharto-dalang-g30s-pki-2n-14gL8M

No comments:

Post a Comment