Breaking

Saturday, September 29, 2018

HTI Dan PKI, Mereka Mau Kudeta Pancasila! Jangan Ketipu Penampilan!


NEWSWinBigLose.com - Hari ini, tanggal 30 September 2018 bertepatan dengan terjadinya pemberontakan PKI, yang biasa dikenal dengan nama Gerakan 30 September (G30S/PKI), pada tahun 1965. Tujuannya menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. PKI merekrut kader-kadernya dengan menjual ide komunisme: “sama rasa sama rata”. Tidak ada yang kaya dan yang miskin. Oleh sebab itu mereka berhasil memikat dan merekrut kader-kadernya, dari kalangan petani dan buruh, maupun dari kalangan intelektual. Sebelumnya pada tahun 1948 PKI sudah mencoba memberontak dengan memproklamirkan “Negara Sovyet Republik Indonesia” di Madiun. Sementara DN Aidit yang memotori G30S/PKI dengan tegas ingin pengganti Pancasila. “Kalau kita telah bersatu, Pancasila tidak diperlukan lagi”, demikian pernyataan DN Aidit. Jelas ya kenapa PKI akhirnya dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia.

Sejarah Indonesia juga mengenal upaya pemberontakan dalam balutan Islam, yakni Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Mereka ingin mendirikan Negara Islam Indonesia. Mereka pun sama dengan PKI, mau mengganti ideologi Pancasila. Proklamasi Negara Islam Indonesia (NII) menyatakan dengan tegas bahwa kewajiban Negara untuk membuat undang-undang berdasarkan syari’at Islam, dan menolak keras terhadap ideologi selain Al Qur’an dan Hadist, atau yang sering mereka sebut dengan hukum kafir. Ini pun sama beringasnya dengan PKI. Banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban pembantaian DI/TII. Saya pernah diceritakan bagaimana takutnya para penduduk di suatu daerah terhadap kekejaman gerombolan DI/TII ini. Ngeriii…

Nah, Hizbut Tahrir itu juga beberapa kali melakukan atau pun terlibat upaya kudeta di berbagai negara. Di antaranya Irak, Suriah, Yordania, dan Mesir. Pada tahun 1974, kader Hizbut Tahrir Mesir, Sallih Sirriya, mengorganisir 100 orang untuk melakukan kudeta. Tragedi itu berujung pada insiden berdarah di tengah panasnya politik Mesir menghadapi permusuhan dengan Israel. Hingga akhirnya Presiden Mesir Anwar Sadat ditembak oleh organisasi radikal Tanzim al-Jihad pada tahun 1981. Pada bulan Mei 2011, Pakistan digegerkan oleh rencana seorang prajurit, Brigadir Khan, yang telah siap dengan pasukannya untuk menggulingkan pemerintahan sah di Pakistan kapanpun dia mau. Militer Pakistan langsung memberangus Khan beserta Hizbut Tahrir.

Bagaimana dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Juru bicara HTI, Ismail Yusanto menyebut demokrasi adalah sistem yang bukan berasal dari Islam, atau yang ia sebut kafir. "Kafir, itu berarti bukan Islam, (istilah) biasa saja," ujar Ismail Yusanto kepada wartawan di kantor pusat HTI, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017), dilansir tribunnews.com. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat. Kedaulatan yang dimaksud antara lain adalah kedaulatan untuk membentuk hukum yang akan digunakan oleh manusia. "Yang memiliki hak untuk menerbitkan hukum adalah Allah SWT, kalau di dalam Islam, kedaulatan itu bukan di tangan rakyat," terangnya.

Jelas sekali ya pertentangan mereka dengan ideologi Pancasila di Indonesia. Dalam berbagai aksinya HTI terang-terangan menolak Pancasila, menuding pemerintah toghut, dan mengkafirkan demokrasi Pancasila. Bagi mereka siapa pun yang setuju dengan sistem demokrasi adalah kafir, termasuk saya, anda, kita dan ratusan juta rakyat Indonesia. Mereka juga menentang nasionalisme dan konsep bangsa-bangsa. Artinya mereka memang bermaksud akan mengkudeta Pancasila. Apa bedanya dengan PKI dan DI/TII?

Di negara asalnya Hizbut Tahrir, Yordania, organisasi ini sudah dilarang. Sudah lebih dari 20 negara yang melarang keberadaan Hizbut Tahrir di dunia, termasuk banyak negara di Timur Tengah. Termasuk Arab Saudi, Mesir dan Malaysia. Sementara di Indonesia, organisasi ini sudah menyebar lewat masjid-masjid dan kampus-kampus. Karena memang itulah strategi mereka. Karena mereka paham sekali, kudeta militer tidak akan laku di Indonesia. Karena dalam sejarah Indonesia sudah ada pemberontakan PKI dan DI/TII, yang semuanya digagalkan dan disepakati oleh rakyat Indonesia sebagai upaya pemberontakan. Jadi Hizbut Tahrir pun main strategi. Dengan cara dakwah mereka menyusup ke berbagai kampus dan masjid. Menjual ide bersatunya umat Islam seluruh dunia dalam khilafah, “Pan Islamisme”. Persatuan umat Islam sedunia, tanpa demokrasi dan pemerintahan yang berdasarkan Pancasila. Padahal kalau mau adu logika ya, kalau mau umat Islam bersatu, kenapa mesti dibuat ormas-ormas macam HTI?

Kelihatan dengan cara-cara penyusupan dan gerilya bawah tanah yang dilakukan oleh HTI, tidak ada bedanya dengan cara-cara PKI menyebarkan ideologi komunisme di Indonesia. Memakai balutan Islam mereka menyebar dan menyasar warga masyarakat. Padahal penampilan dan dakwah itu hanyalah kedok. Karena sejatinya organisasi HTI adalah sebuah gerakan politik. Yang bertujuan mengganti sistem pemerintahan dan ideologi negara. Mereka mau mengkudeta Pancasila, sebagaimana yang telah diupayakan oleh PKI di tahun 1948 dan 1965. Jelas ya!

Sumber:

No comments:

Post a Comment