Breaking

Tuesday, September 4, 2018

Prabowo Provokasi Utang? Jusuf Kalla Membalas, Jokowi Tenang

Bakal calon Presiden dari koalisi oposisi Prabowo Subianto terus menerus melakukan serangan tajam, ke lawan politiknya yaitu Presiden Jokowi. Dan seperti biasa, pancingan Prabowo Subianto belum mendapat tanggapan secara langsung dari Presiden Jokowi. Tipikal Presiden Jokowi bukanlah orang yang mudah bereaksi. Ada hal-hal penting yang harus lebih diutamakan, untuk sekedar menjawab balik serangan Prabowo. Karena justru akan memperkeruh kondisi dan dapat memancing reaksi pasar. Namanya juga pancingan kalau dimakan umpannya, mereka (Prabowo dan kelompoknya) berhasil.

Seperti yang diketahui publik sampai hari ini masih menghiasi berita di media. Bakal capres Prabowo Subianto melemparkan kritik tajam ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal utang negara yang naik Rp 1 triliun setiap harinya. Tanpa menyebutkan sumber rujukannya soal utang itu, Prabowo mengingatkan utang mengancam kedaulatan negara.



"Utang pemerintah kita naik terus, sekarang hitungannya naiknya Rp 1 triliun setiap hari," kata Prabowo dalam sambutan diskusi buku 'Paradoks Indonesia' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Prabowo mengatakan banyak yang tidak mengkhawatirkan utang tersebut. Padahal, menurutnya, utang tersebut dapat mengancam kedaulatan negara.

"Utang mengancam kedaulatan negara kita," ujarnya. (Detik).

Dan keesokan harinya, bukannya memberikan tanggapan atas kritik tajam Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo atau Jokowi justru menyerahkan bonus kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali dalam ajang Asian Games 2018. Penyerahan dilakukan di Istana Negara Jakarta, Ahad, dalam acara Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018. Dalam suasana yang penuh haru dan bangga Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan hadiah atau bonus dalam bentuk buku rekening BRI langsung ke para atlet. Suka cita tentu menyelimuti hati para atlet. Sepanjang sejarah baru kali ini pemberian bonus atlet begitu cepat, bahkan sehari sebelum penutupan Asian Games 2018.

Presiden Jokowi seperti memberikan jawaban secara telak kepada Prabowo entah apakah yang bersangkutan sadar atau tidak dan publik jeli atau tidak melihat bahasa politik tersebut. Bahwa utang yang dituduhkan kepada pemerintahannya memang betul, negara berhutang tapi untuk apa dulu? Nah, salah satunya bagi-bagi uang yang diberikan kepada pahlawan dalam bidang olah raga, yang telah mengharumkan nama bangsa.

Tak cukup sampai di sana, keesokan harinya Presiden Jokowi terbang ke Lombok. dan memutuskan untuk tidak menghadiri Closing Ceremony Asian games 2018 di GBK. Tiba di Lombok Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan langsung bantuan uang sebesar Rp 264 miliar untuk perbaikan rumah korban gempa Lombok, NTB. Dana itu akan dipakai untuk memperbaiki 5.293 unit rumah yang rusak berat. Ini juga seperti jawaban telak kepada Prabowo Subianto dan koalisinya. Bahwa bantuan yang di berikan ini juga dari negara. Dan tentunya pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk daerah yang terdampak bencana.

Sedang Penutupan Asian Games 2018, cukup memberikan rekaman kata sambutan acara penutupan dari NTB. Bersama masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng bersama masyarakat di pengungsian ditemani Gubernur TGB. Usai penutupan Asian games 2018 Jakarta-Palembang. Presiden Jokowi mendapat pujian dari dalam negeri dan masyarakat dunia. karena dinilai berhasil menyelenggarakan Asian Games 2018 dengan luar biasa.



Sepulang dari NTB, Presiden Jokowi langsung bergerak kumpulkan para Menteri yang terkait, untuk membahas pelemahan rupiah atas dolar dan melakukan tindakan-tindakan yang kongkrit atas gejolak ekonomi global.

Sedang serangan Prabowo Subianto soal utang negara. Dengan mengatakan bahwa utang negara naik setiap hari sebesar 1 triliun dan itu dapat mengancam kedaulatan negara. Justru dibalas dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres Jusuf Kalla (JK) pun angkat bicara soal manuver Prabowo ini. JK mengatakan kenaikan utang Indonesia tak dihitung perhari. JK juga memastikan utang Indonesia itu tetap bisa dibayar.

"Jadi bukan soal (naik) Rp 1 triliun (per hari), mampu kita bayar tidak? Sama dengan perusahaan. Karena itu, sekarang ini kita mampu membayarnya," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

JK mengaku belum menghitung utang Indonesia yang disebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto naik Rp 1 triliun per hari. Namun jumlah utang RI memang naik per tahunnya.

"Kita tidak hitung per hari, kita hitung tahunan. Begitu, kan. Ada tambahan Rp 200 triliun, ada mungkin Rp 300 (triliun). Selama kita bisa bayar, bukan urusan (jumlah) T-nya, bisa bayar tidak? kita bisa bayar," katanya.

"Amerika juga minjam, tapi minjam-nya dengan cara cetak duit. Kalau Jepang minjam-nya ambil dari dana pensiun. Karena kita tidak cetak duit terlalu banyak karena tidak laku di luar negeri, maka kita minjam dari World Bank dari perbankan-perbankan, itu biasa saja. Jumlahnya itu relatif, tergantung kemampuan," jelasnya. (sumber: detik)

Pada dasarnya serangan-serangan tajam akan terus menerjang pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sampai pemilihan presiden 2019. Karena itu memang bagian dari demokrasi. Hanya yang disesalkan kadang kritik tanpa data dan mengandung provokasi kepada masyarakat. Masyarakat yang tidak paham atas kondisi menjadi resah, kemudian sebabkan silang pendapat.

Salam

Sumber : https://seword.com/politik/prabowo-provokasi-utang-jusuf-kalla-membalas-jokowi-tenang-YbcfkQei7

#politik #NKRI #hukum #nasional #masyarakat #KPK #keuangan #kasnegara #hutang #internasional

No comments:

Post a Comment