Breaking

Saturday, September 8, 2018

Sandiaga: Tempe Setipis Kartu ATM, Erick: Kondisi Ekonomi Indonesia Baik! Pertempuran Dimulai!


Sejak dia menjabat jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga memang dikenal kurang bisa beretorika. Kurang bisa memanjang-manjangkan kalimat, bermanis-manis kata seperti Anies sang gubernur. Mungkin karena menjadi kepala pemerintahan adalah hal yang sangat baru bagi Sandiaga. Istilahnya, dikursusin saja belum lulus, tapi sudah dipaksa memangku jabatan. Biasanya bicara di depan anak buah di perusahaan, atau dengan rekan bisnis. Lalu diminta bicara tentang pengelolaan propinsi, ngurusin macet, banjir dan segala macam problematika DKI Jakarta. Mana dia tahu kan? Videonya sampai setumpuk di Youtube.

Lama-lama Sandiaga sudah mulai bisa bicara di depan media, tentang DKI Jakarta, permasalahan dan program-programnya. Namun masih ada minusnya. Kadang berbeda dengan omongan Gubernur Anies, nggak sinkron. Kadang kebablasan, nggak sesuai tupoksi jabatannya. Lupa kalau Presiden Jokowi itu atasannya.

Mungkin Sandiaga musti kursus singkat gimana cara bicara ngeles dan nyelekit macam Anies. Kasihan juga kan. Eh dia nggak belajar juga dari kesalahan yang sudah-sudah. Atau memang dia disuruh buat bicara sembarangan tanpa perlu melihat fakta dan data di lapangan? Wallahualam.

Dia pun berujar tentang uang belanja Rp 100 ribu cuma bisa beli cabai dan bawang, gara-gara nilai tukar dolar naik. "Di Pekanbaru Ibu Lia cekcok sama suaminya gara-gara uang belanja dikasih Rp 100 ribu pulang cuma bawa bawang sama cabai,” kata Sandiaga hari Rabu lalu. Publik, terutama netizen, pun heboh! Heboh menertawakan sih. Soalnya kocak dan tidak masuk akal. Pekanbaru kan di Sumatra ya, yang jalannya terhubung dengan baik, sampai menyeberang ke Pulau Jawa. Sedangkan yang di Kalimantan dan Sulawesi saja nggak segitunya. Duit Rp 100 ribu bisa lah bikin makan besar berlauk ayam lengkap dengan sayuran. Apalagi di Jabodetabek!

Nah, Sandiaga belum selesai. Masih ada lagi perkataannya yang lucu. Dia mengaku mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi perekonomian. Dia bilang gara-gara nilai tukar rupiah anjlok, dampaknya terasa buat pengusaha. Salah satunya pengusaha tahu dan tempe. Sandi menyebut, ukuran tempe yang kini dijual di pasar menjadi semakin kecil dan tipis. "Tempe sekarang sudah dikecilkan. Dan tipisnya sama kayak kartu ATM. Tahu Ibu Yuli di Duren Sawit, jualan tahu dikecilin karena tidak bisa menaikkan harga karena tidak akan laku karena daya belinya," kata Sandiaga tadi malam di kediaman Prabowo Subianto. Mbok ya kalau bikin perbandingan itu yang realistis gitu lho. Kalau begini kan, warga masyarakat lebih memperhatikan urusan tempe setipis kartu ATM ketimbang pernyataan sikap koalisi Prabowo – Sandiaga terhadap masalah ekonomi. Padahal saat menyatakan hal itu, yang sedang dipresentasikan adalah 7 poin pernyataan sikap tersebut. Apa 7 poin itu? Mbuh!! Nggak tahu lah saya, wong di berita-berita lebih heboh soal tempe setipis kartu ATM.

Akhirnya gara-gara omongan Sandiaga, yang jadi viral malah urusan tempe. Sementara soal nilai tukar rupiah, viral juga kalau rupiah mulai menguat lagi. Terus soal 7 poin pernyataan sikap para petinggi parpol dalam koalisi pendukung Prabowo – Sandiaga? Nggak tahu tuh saya hehehe….

Sedangkan sosok yang lagi dihebohkan, Erick Thohir, ketua timses Jokowi – Ma’ruf, sudah mulai bicara soal ekonomi tadi malam. Erick Thohir menilai perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi wajar. Ia menyatakan situasi perekonomian Indonesia saat ini berbeda jauh dengan krisis ekonomi 1998 meskipun kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus Rp 15.000. "Saya rasa begini, bahwa kalau kita melihat ekonomi dunia, itu memang sekarang sudah terjadi equilibrium. Apakah ekonomi Indonesia dibilang jelek? Tidak. Data-data menunjukan 1998 dengan sekarang jauh posisinya, tapi ada equilibrium yang terjadi di dunia," kata Erick

Erick pun meyakini tim ekonomi pemerintah mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi yang kini mendera Indonesia. Menurut Erick, masing-masing negara tentu memiliki strategi untuk mengatasi permasalahan ekonomi saat ini. Indonesia, yang harus menghadapi persoalan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, juga punya cara untuk mengatasinya. "Saya dan tim tidak mau mengatasnamakan pemerintah karena pemerintah pasti lebih tahu. Saya rasa banyak figur-figur kuat di pemerintah terkait ekonomi dan Insya Allah ada hal-hal yang akan disampaikan," lanjut dia.



Hmmm… Kayaknya Sandiaga mesti belajar ngomong sama Erick dulu deh. Agar bisa mengatur isi omongan. Agar tidak jadi blunder dan viral, sampai menutupi pernyataan yang harusnya disampaikan secara serius. Kan temenan tuh, bisa lah konsultasi dikit-dikit.

Dan “pertempuran” ini pun dimulai.

#JokowiLagi #anis #presiden #capres #politik #presiden2019 #indonesia #politik

Sumber : https://seword.com/politik/sandiaga-tempe-setipis-kartu-atm-erick-kondisi-ekonomi-indonesia-baik-pertempuran-dimulai-wXk0SHwjC

No comments:

Post a Comment