Breaking

Sunday, September 9, 2018

Sikap Demokrat Pertegas Bahwa Jokowi Akan Menang di Pilpres 2019


Diakui atau tidak, Demokrat memang setengah hati dalam mendukung Prabowo-Sandi. Demokrat tidak all out. Kemungkinan, Demokrat memang masih merasa kecewa berat telah dikhianati oleh Gerindra. Namanya kekecewaan dan sakit hati, butuh waktu cukup lama untuk meyembuhkan. Meskipun sekarang Demokrat berkoalisi mendukung Prabowo-Sandi, luka itu belum sembuh dan masih basah.

Beberapa sikap Demokrat terhadap kader-kadernya sebenarnya sudah menjadi kode bahwa Demokrat setengah hati mendukung Prabowo-Sandi. Demokrat membiarkan Andi Arief koar-koar tentang dugaan mahar 1 T yang diberikan Sandi kepada PAN dan PKS agar bisa menjadi cawapres Prabowo. Meskipun Fadli Zon telah menegur Demokrat agar menertibkan Andi Arief, Demokrat tak peduli. Belakangan, terkuak kabar bahwa sikap Andi Arief tersebut adalah permintaan dari petinggi Demokrat.

Selanjutnya, Demokrat juga tak mempermasalahkan kader-kadernya mendukung Jokowi-Ma’ruf. Ada beberapa kader Demokrat yang akhirnya mendukung Jokowi-Ma’ruf seperti TGB, Lukas Enembe, Sukarwo, dan Deddy Mizwar. Tak ada sanksi yang diberikan kepada mereka. Belakangan, secara terbuka Demokrat mempersilahkan kader-kadernya mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Demokrat memberi dispensasi kepada kader-kadernya di Papua untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Wilayah lain rencananya akan mengikuti jejak Papua dan Sulut.

Rencana pemberian dispensasi itu bermula dari kader PD sekaligus Gubernur Papua Lukas Enembe yang terang-terangan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Lukas tak sendirian, DPD di Papua pun kemudian meminta dispensasi untuk melabuhkan dukungan ke petahana.

Rencana pemberian dispensasi tersebut kemudian menimbulkan anggapan bahwa PD bermain dua kaki di Pilpres 2019. PD juga dianggap setengah hati karena membagi dukungannya di sejumlah wilayah dan membiarkan kadernya mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Demokrat menjelaskan ada pertimbangan khusus mengapa dispensasi kemudian menjadi jalan keluar.

"Justru kami akan carikan formulanya supaya tidak disebut dua kaki ya. Tapi kepentingan partai, caleg-calegnya di daerah itu kan harus di ini ya mungkin kita akan meminta kader kami untuk tidak usah masuk secara resmi di tim pemenangan. Mungkin itu salah satu cara kami nanti," kata Kadiv Advokasi Hukum PD, Ferdinand Hutahaean

Wasekjen PD Andi Arief. Andi menolak anggapan bahwa rencana dispensasi itu sebagai permainan dua kaki partainya. Andi menjelaskan, kepentingan elektoral dan pertimbangan bahwa wilayah tersebut bukanlah basis pendukung Prabowo-Sandi menjadi alasan utama. Demokrat enggan menerima kekalahan atas suara pilpres dan suara pileg sekaligus.

"Jadi ada kepentingan partai ada kepentingan pilpres. Ada juga peta politik di mana kita sudah baca di sana Pak Prabowo tidak begitu kuat," kata Andi Arief

Andi juga menegaskan partainya tak berkhianat meski nantinya akan memberikan dispensasi kepada kader maupun DPD di sejumlah wilayah yang berbeda haluan dengan DPP. Sejauh ini, tak hanya Papua dan Lukas, empat di DPD di sejumlah wilayah seperti, NTT, Sulawesi Utara, Bali, dan Papua Barat juga berpotensi meminta dispensasi tersebut.

"Kita nggak melakukan pengkhianatan justru lebih fair," ujarnya

Sikap Demokrat yang membiarkan kader-kadernya mendukung Jokowi dengan alasan kepentingan elektoral, semakin mempertegas bahwa Demokrat yakin bahwa Jokowi-Ma’ruf akan menang. Demokrat sendiri mengakui bahwa Prabowo-Sandi tidak begitu kuat.

Pernyataan Demokrat yang enggan menerima kekalahan atas suara pilpres dan suara pileg sekaligus menunjukkan dari sekarang mereka sudah yakin jika Prabowo-Sandi akan kalah. Karena sudah merasa yakin Prabowo-Sandi akan kalah, maka Demokrat sengaja membiarkan kader-kadernya di beberapa wilayah mendukung Jokowi-Ma’ruf agar bisa menang di Pileg. Minimal, kursi Demokrat di parlemen bisa bertambah. Minimal, suara partai bisa meningkat. Caranya, dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Demokrat paham betul kemenangan caleg-calegnya di Pileg 2019 sangat terpengaruh dengan sikap dukungan ke capres dan cawapres. Masyarakat yang sudah solid mendukung Jokowi tentu tidak sudi memilih caleg yang tidak mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Masyarakat tahu bahwa Demokrat mendukung Prabowo-Sandi. Caleg-caleg dari Demokrat yang ada di beberapa wilayah menyadari bahwa sulit untuk meraih simpati pendukung Jokowi jika mereka tidak merubah sikap. Akhirnya, beberapa caleg Demokrat memilih mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Demokrat menyadari hal ini. Strategi caleg mendukung Jokowi-Ma’ruf demi memenangkan Pileg. Akhirnya, Demokrat memberikan dispensasi kepada kader yang ingin mendukung Jokowi demi mengamankan suara dan memenangkan pileg.

Pemberian dispensasi yang diberikan Demokrat kepada kader yang mendukung Jokowi menunjukkan kalau Demokrat saat ini sudah yakin kalau Jokowi-Ma’ruf Amin akan menang mudah di Pilpres 2018.

Sumber :
https://seword.com/politik/sikap-demokrat-pertegas-bahwa-jokowi-akan-menang-di-pilpres-2019-xYIftY2xE

https://news.detik.com/berita/d-4204796/pd-tak-main-dua-kaki?_ga=2.86257944.1875949404.1536540243-1329635831.1529627838



#JokowiLagi #presiden #nasional #internasional #indonesia #politik #demokrat

No comments:

Post a Comment