Breaking

Wednesday, October 3, 2018

Apa Kabarnya Prabowo, Amien Rais, Fadli Zon Dan Fahri Hamzah Setelah Dibohongi Ratna Sarumpaet?


NEWSWinBigLose.com - Pengakuan Ratna Sarumpaet membuat banyak orang tertipu belakangan ini. Setelah pengakuan Ratna, ramai-ramai mereka yang awalnya mendukung, mengecam dan merasa dikhianati, langsung cuci tangan karena tak mau ikut disalahkan.

Sebelum itu, terjadi penggiringan opini dalam skala besar terkait kasus yang menimpa Ratna. Banyak yang menjadi pahlawan penuh simpati dan cenderung menyalahkan pemerintah. Mereka memanfaatkan cerita ngibul dari Ratna sebagai senjata untuk menyerang.

Sekarang mereka ini pada minta maaf. Entah karena menyesal, panik atau takut kehilangan elektabilitas, hanya Tuhan yang tahu.

Tapi terkait kebohongan yang telah dilakukan Ratna Sarumpaet (lagi sembunyi di mana ya sekarang?), ada beberapa orang yang menjadi fokus artikel kali ini. Mari kita simak satu per satu. Saatnya menyerang balik.

Yang pertama adalah Amien Rais. Sekarang ini dia adalah Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Apa yang paling menonjol dari orang ini? Sudah pasti kritikan dan nyinyiran pedasnya kepada pemerintah. Tiada hari tanpa menyerang membabi buta.

Dulu pernah bilang program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi adalah pengibulan. Pernah juga dia katakan kalau akusisi saham Freeport adalah bohongan.

Hahaha, sekarang coba kita tanya beliau, berani gak bersuara lantang katakan kalau akting Ratna Sarumpaet itulah pengibulan yang sebenarnya? Harus adil dong, berani berkoar-koar terhadap pemerintah, berani juga koar-koar soal isu Ratna ini. Jangan seperti waktu menantang pemerintah ambil alih Blok Rokan, ternyata tiarap ketika pemerintah berhasil melakukannya. Beraninya cuma suara besar kalau menyangkut pemerintah, tapi kubu sendiri diam saja seolah lupa ingatan.

Bahkan Amien Rais sempat mengaku akan segera menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait aksi penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Menurut dia dalam pertemuan itu nantinya akan dilakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan Kapolri. Supaya Kapolri bersedia segera menegakkan hukum dan keadilan untuk menangkap pelaku keonaran. "Seharusnya segera tangkap pelaku keonaran pengguncang sosial yang membuat negara ini tidak menentu, ada ulama dianiaya, dicincang oleh orang gila," katanya.

Tolong klarifikasi lagi yah, bila perlu minta maaf secara gentleman biar orang-orang pada respek.

Yang kedua adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga ikut terpancing dan meminta Presiden Jokowi merespons kasus pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Selain itu Fahri juga meminta Jokowi merespons sejumlah kasus persekusi terhadap kegiatan diskusi maupun demonstrasi yang dilakukan selama ini.

"Wahai presiden Jokowi yang ingin maju sekali lagi, keluarkan sepatah kata, apa sikap saudara terhadap persekusi diskusi, persekusi terhadap demokrasi dan penganiayaan kepada perempuan berumur 70 tahun yang pingsan dan hampir mati gara-gara kedatangan preman yang kita tidak tahu datang dari mana," kata Fahri.

Fahri mendesak Jokowi bersikap terkait kasus penganiayaan yang menimpa Ratna di luar masalah bencana gempa dan tsunami yang menghantam Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah. "Apabila dia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, maka dia durhaka terhadap ibu pertiwi dan dia tidak layak menjadi pemimpin negeri ini," kata Fahri.

Ini salah satu contoh sikap tanpa tabayyun tapi langsung menunjuk Jokowi agar buka suara. Malah beraninya mengatakan tidak layak jadi pemimpin kalau tidak berani buka suara. Nah, sekarang kenyataan sudah terkuak. Masih berani ribut lagi? Harusnya dia sendiri yang buka suara dan minta maaf sebesar-besarnya karena dengan gampangnya tertipu akting aktris peraih piala Oscar. Berani tidak?

Yang ketiga adalah Fadli Zon. Ini juga salah satu yang sangat hobi mengkritik tak jelas, suka bikin sajak, pelintir lagu anak-anak buat kepentingan politik. Dia juga tertipu oleh akting Ratna.

Masih ingat dalam ingatan kita saat beberapa hari lalu muncul situs skandal Sandiaga yang isinya menuding cawapres Sandiaga Uno berselingkuh. Fadli Zon menyebut situs tersebut buatan 'pusat hoax nasional' meski tidak dikatakan siapa pusat hoax nasional.

Nah, sekarang kita balas balik dengan setelak-telaknya. Siapa yang sebenarnya tukang bikin hoax soal penganiayaan Ratna? Kubu sana juga, kan? Siapa Ratna Sarumpaet? Juru kampanye kubu sebelah yang kabarnya sudah mengundurkan diri lewat surat (kalau tidak pun pasti bakal diberhentikan paksa). Tanyakan lagi pada Fadli, kali ini siapa yang bikin hoax memalukan? Kayaknya takkan dijawab, palingan diam saja karena sudah telak dibohongi.

Dan yang terakhir adalah untuk Pak Prabowo. Calon presiden, harusnya hati-hati dalam bersikap, mengeluarkan pernyataan, apalagi membuat kesimpulan yang menggiring opini masyarakat. Calon pemimpin Indonesia tapi mudah dibohongi akting wanita yang sudah tua pula? Gimana ini ceritanya? Katanya cerdas, tapi kok bisa sampai begini, pertama tahun 2014, sekarang kena lagi. Andai jadi presiden, apa tidak malu negara dan rakyat Indonesia tuh?

Sekarang berani gak akui salah? Untuk kejanggalan yang sangat jelas saja masih saja bisa terlena. Apalagi kasus lain yang lebih besar. Intinya Fahri, Fadli, Prabowo dan yang lain adalah tokoh politik yang terkenal. Bukannya hati-hati dalam bertindak dan berucap, malah tanpa angin tanpa hujan langsung main tabrak saja.

#JokowiLagi lah kalau begitu.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber:
https://seword.com/politik/apa-kabarnya-prabowo-amien-rais-fadli-zon-dan-fahri-hamzah-setelah-dibohongi-ratna-sarumpaet-T78GQaO-T

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20181002212828-12-335178/amien-rais-akan-bertemu-kapolri-bahas-ratna-sarumpaet

No comments:

Post a Comment