Breaking

Monday, October 8, 2018

Kalau memang empati terhadap rakyat kecil, seharusnya Anies mencarikan pekerjaan yang layak ?


NEWSWinBigLose.com - Setiap kebijakan tidak akan mampu memuaskan semua pihak. Itu sudah menjadi hal yang wajar, tetapi yang perlu diperhatikan terkait kebijakan tersebut adalah dampak dan potensi yang seperti apa yang harus diprioritaskan. Dampak yang lebih banyak manfaatnya untuk sebagian besar masyarakat, itulah yang perlu diambil. Dan jangan lupa dampak jangka panjangnya juga sangat penting untuk diperhitungkan.

Soal mengambil kebijakan, Anies merevisi peraturan, hanya demi menaikkan populeritasnya terkait slogan “keberpihakan”. Banyak kebijakan yang membuat saya sedih. Salah satunya adalah kebijakan terkait revisi Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum untuk menampung wacana membolehkan becak.

Menggunakan tenaga manusia sudah tidak relevan dan tidak manusia kecuali di tempat wisata

Masalah kemiskinan adalah sebuah masalah yang menjadi PR bersama, baik di Indonesia maupun dunia. Dari dulu sampai sekarang, kemiskinan tidak mudah untuk dibrantas. Baik itu di negara berkembang, maupun di negara yang sudah dianggap maju, kemiskinan masih tetap menjadi masalah yang tak kunjung habis.

Kalau memperbolehkan becak beroperasi di DKI Jakarta, menurut saya itu adalah sebuah kemunduran. Tanpa menghormati dan mengurangi rasa empati saya terhadap para pengayuh becak. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, dari pada memperbolehkan becak bisa beroperasi, hendaknya pemprov DKI memberikan solusi lainnya sebagai alternatif pekerjaan.Misalnya memberi pelatihan, toh katanya oke oce sebagai andalan. Kalau gak ya jangan merivisi pergub tersebut, tetapi carikan tempat wisata untuk mereka dapat beroperasi di sana sebagai angkutan tradisional wisata, dengan tarif yang pasti lebih besar.

Di tengah kemacetan Jakarta, sarana tranportasi masal yang seharunya digalakan untuk mengurangi kemacetan teresebut. Bukan justru melegalkan becak beroperasi. Hal ini justru akan menambah kemacetan DKI Jakarta.

Kemacetan dan dampaknya bagi segala lini

Terus terang, saya termasuk orang yang tidak betah berlama-lama di Jakarta dikarenakan kemacetan yang sering terjadi di sana. Banyak waktu yang terbuang di jalan. Jaraknya dekat tetapi waktu tempuhnya yang lama.

Kemacetan secara tidak langsung membuang waktu dan energi kita secara sia-sia. Seharusnya kita bisa berangkat ke kantor jama 7, supaya tidak terlambat kita harus berangkat ke kantor jam 6.

Selain itu, bahan bakar yang seharusnya bisa kita hemat, karena macet maka kendaraan akan lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar. Harusnya Cuma nyala 1 jam, karena macet menjadi menyala 2 jam plus AC.

Tujuan Anies apa dengan menjual rakyat miskin sebagai wujud keberpihakan?

Jangan hanya ingin dibilang keberpihakan terhadap rakyat kecil tetapi sekaligus menjualnya untuk populeritas. Kalau memang empati terhadp rakyat kecil, seharusnya Anies mencarikan pekerjaan yang layak seperti yang saya sampaikan di atas.

Saya dulu ketika melihat bapak-bapak menggoes becak di bawah terik matahari, dengan peluh yang bercucuran, rasanya saya ingin menjerit dan berharap mereka mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Sudah bukan zamannya lagi mempertahankan kemiskinan hanya demi kekuasaan. Bukan zamannya lagi membuat kebodohan demi kekuasaan. Jika memang orang yang beriman kepada Tuhan, pasti tahu apa yang saya maksudkan.

Seharusnya Anies belajar dari Riswa, walikota Surabaya. Di tahun 2017 saja, beliau menawarkan pekerjaan layak bagi tukang becak.

"Mereka ingin becak benar mereka bisa survive. Sekarang becak banyak, mereka tawarin karena pendapatan mereka setiap bulan 600 ribu," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (5/9/2017).

"Saya alihkan tukang sapu, satpam sekolah jadi mereka bisa mendapatkan umk 3,2 juta sehingga saya bisa menaikan income mereka," ujar Risma seperti dilansir oleh detik.com.

Yang menjadi pertanyaan saya, hal-hal penting yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak mengapa gak disentuh oleh Anies?

Jangan lupa, banjir juga masih akan datang menghampiri Jakarta, jika relokasi tidak dilakukan, Jakarta akan kembali pada zaman sebelum Ahok, dimana begitu banyak titik banjir akibat lebar sungai yang seharusnya 25 meter menjadi 5 meter.

Hal ini sudah mau dibereskan oleh Ahok, dengan melakukan relokasi, memindahkan penduduk yang tinggal di bantaran sungai ke tempat yang lebih layak, lalu melakukan normalisasi sungai. Tetapi justru hal ini digunakan sebagai senjata untuk menyerang Ahok sebagai raja gusur. Udah ah, itu aja..

#JokowiLagi

Sumber informasi pendukung:

https://news.detik.com/berita/d-4248051/becak-bakal-legal-di-jakarta-hanura-pola-pikir-gubernur-mundur?tag_from=wp_cb_mostPopular_list&_ga=2.168490273.1099490397.1538959245-1356662095.1536035076

https://news.detik.com/berita/3671516/risma-tawarkan-pekerjaan-layak-ke-tukang-becak-gaji-rp-32-juta

Sumber:
https://seword.com/politik/anies-menjual-orang-miskin-contohlah-risma-yang-menawarkan-pekerjaan-layak-untuk-tukang-becak-RXNhwKRI8

No comments:

Post a Comment