Breaking

Wednesday, October 3, 2018

Polisi Siapkan Pasal Anti-Hoax, Ratna Datangkan Azab Buat Prabowo Dan Antek-Anteknya!


NEWSWinBigLose.com - Bersimpati boleh-boleh saja, apalagi sama teman sendiri. Ini wajar. Namun kalau mau mengembangkan sebuah insiden menjadi isu nasional, harus dengan persiapan yang matang. Harus dipastikan bahwa insiden itu benar terjadi. Dan tidak ada jejak-jejak digital atau finansial yang di kemudian hari akan jadi senjata makan tuan. Ini yang nampaknya terjadi di dalam kubu Prabowo. Mereka menelan mentah-mentah sebuah cerita yang dihembuskan oleh Ratna Sarumpaet beserta foto dirinya yang penuh lebam itu, Jadi lah sebuah kehebohan yang memang menyasar tingkat nasional.

Menjadi sebuah sifat sistemik dari kubu Prabowo untuk bertindak seragam dan serentak. Tanpa bertanya, pokoknya serbu! Kalau kata bos benar, berarti benar. Serentak mereka mengecam para penganiaya Ratna Sarumpaet. Bahkan Mardani Ali Sera (PKS) serta merta mengaitkannya dengan PKI. Dia pikir lumayan nih ada kesempatan munculin isu PKI. "Benar dan kejadiannya tanggal 21 September di Bandung. Ini ancaman demokrasi. Gaya PKI," ungkap Mardani kepada Suara.com, hari Selasa kemarin (2/10/2018). Mardani menilai peristiwa tersebut harus segera dilawan karena Ratna merupakan sosok pejuang hak bagi masyarakat sipil.

Rachel Maryam, politisi Gerindra, juga angkat tulisan lewat akun Twitternya. “Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei Kalian beranunya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian?” dalam cuitan pertama. Lalu dia koreksi sesudah mendapat informasi kejadian katanya di tanggal 21 September 2018. “Setelah dikonfirmasi, kejadian penganiayaan benar terjadi.. hanya saja waktu penganiayaan bukan semalam melainkan tgl 21 kemarin. Berita tidak keluar karena permintaan bunda @RatnaSpaet pribadi, beliau ketakuatan dan trauma. Mohon doa.

Nanik S. Deyang, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, juga memberikan keterangan tertulis kepada media. "Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh tiga orang dan diinjak perutnya," kata Nanik, dilansir detik.com.

Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, termasuk orang yang pertama kali memberikan keterangan pada media soal penganiayaan Ratna ini. Dilansir jawapos.com, Dahnil membenarkan perempuan dengan wajah penuh lebam itu tak lain adalah Ratna Sarumpaet. Dahnil menambahkan, pengeroyokan itu terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat. Dia mengatakan, Ratna dikeroyok di dalam mobil saat berada di bandara di Bandung.

Fadli Zon dan Fahri Hamzah, terlibat dalam perang cuitan dengan dr. Tompi, seorang dokter bedah plastik. Bagaimanapun secara keilmuan ya lebih tahu dokter lah. Namun duo F ini keukeuh bela Ratna. "Mau menasihati agar ibu Ratna tegar apalah kita ini...umur beliau 70 tahun...kita belum tentu setegar beliau...tapi diam dengan keadaan ini adalah durhaka kepada Ibu pertiwi... #SaveDemokrasi" tulis Fahri. "Bang fahri, kl boleh saran Cek info yg masuk pak. Jgn telen aja. Ingat Tuhan. Jgn ingat pilpres ajaa," balas Tompi. "Tapi anda harus membatasi diri. Anda buka ahli foto atau digital forensik...anda dokter bedah kulit setahu saya...ada yg kulitnya rusak karena dianiaya seperti ibu @RatnaSpaet dan ada yg seperti pasien anda yg ingin nampak lebih cantik.belajar bedain itu aja dl dok.😃" balas Fahri. "Sy bedah plastik, bukan bedah kulit bnag. BEDA itu! Makanya sy ajak bang fahri yuk kita periksa bareng. Ajak istri abang kan dr bedah juga. Jd fair. Jgn telen aaja info dr @fadlizon . Temen bs khilaf," tulis Tompi lagi. “Sebagai dokter @dr_tompi bedah plastik, pasti anda pernah menjahit luka orang yang kena musibah atau kecelakkan. Pasti anda tau bedanya dengan yang datang untuk mempercantik wajahnya. Pasti bukan perempuan berumur 70 tahun bukan?. Buat apa?” balas Fahri, dan seterusnya hehehe… Fadli Zon juga membalas cuitan Tompi kepada Fahri di atas. "Wah inikah dokter produk 'revolusi mental'?" tulis Fadli. "Mental sy baik2 aja pak gak perlu revolusi. Ijinkan saja sy periksakan luka2 beliau. INSYAALLAH, semua akn jelas. Sy yg keliru atau anda yang keliru. Easy! Cukupkan," balas Tompi.

Yaa, begitu lah, dok, mereka memang merasa paling tahu. Ya sudah, kan sudah dikasih wanti-wanti sama dokter. Akhirnya mereka sendiri kan yang nanti jadi kena azabnya. Taraaaaa…. Menurut berita dari detik.com, sudah ada yang mempolisikan Dahnil dan Fadli Zon.

https://news.detik.com/berita/d-4240337/fadli-zon-dahnil-dipolisikan-soal-hoax-penganiayaan-ratna-sarumpaet

Ratna pun sudah memberikan pengakuan kepada detik.com bahwa dia tidak mengalami penganiayaan…. Jederrrr…!

https://news.detik.com/berita/d-4240151/ratna-sarumpaet-mengaku-tak-alami-kekerasan-fisik

Selain melakukan penelusuran dan penyelidikan, ternyata pihak kepolisian sudah menyiapkan pasal-pasalnya lho.

Bagaimana dengan Prabowo? Azab besar lah yang akan menimpa Prabowo. Gimana mau memimpin negara kalau soal beginian saja bisa kena kibul. Ya bakal bubar beneran Indonesia di tangan Prabowo!

Lanjutkan, Pak Polisi!

#JokowiLagi

(Sekian)

Tulisan sebelumnya: Jangan Lengah! Viralkan Politik Beras Toko OK OCE Buat Prabowo-Sandiaga!

Tulisan-tulisan saya yang lain bisa dibaca di sini : Ninanoor

Sumber:

https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/02/10/2018/fadli-zon-sebut-mubazir-laporkan-pengeroyokan-ratna-ke-polisi

https://www.suara.com/news/2018/10/02/150719/ratna-sarumpaet-bonyok-dipukul-mardani-ini-gaya-pki

https://news.detik.com/berita/d-4239840/fahri-fadli-vs-tompi-soal-ratna-sarumpaet-disebut-operasi-plastik

https://news.detik.com/berita/d-4240116/tim-prabowo-kami-berpijak-dari-pengakuan-ratna-sarumpaet-soal-aniaya

https://seword.com/politik/polisi-siapkan-pasal-antihoax-ratna-datangkan-azab-buat-prabowo-dan-antekanteknya-GjCK2fsXK

No comments:

Post a Comment