Breaking

Monday, October 1, 2018

Provokator Penjarahan Pasca Gempa Palu Harus Dihukum dan Diazab!


Bejat!

NEWSWinBigLose.com - Saya rasanya ingin menelepon sutradara atau penulis naskah serial azab-azaban yang biasanya ada di televisi itu. Itu lho yang ceritanya kalau ada orang semasa hidup kelakuannya nggak bener kemudian kena azab misalnya jenazahnya masuk molen pengaduk pasir, jatuh ke empang, kejatuhan meteor, dan lain-lain.

Yang mau saya mintakan cerita azabnya adalah provokator penjarahan pasca peristiwa gempa di Palu, Donggala, dan Sigi kemarin.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihaknya akan menyelidiki provokator aksi penjarahan sejumlah toko yang terjadi usai gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Bahkan intelijen sendiri yang akan turun melakukan penyelidikan. Bagus Pak, tangkepin saja satu-satu manusia laknat itu!

Sejumlah minimarket menjadi sasaran aksi penjarahan masyarakat di Palu. Beberapa dari aksi penjarahan itu digagalkan oleh aparat kepolisian seperti di Transmart dan sebuah toko telepon seluler di Jalan Basuki Rahmat. Awalnya, Kepolisian memaklumi penjarahan yang dilakukan di hari pertama dan kedua pascabencana gempa karena bantuan berupa makanan dan minuman belum tiba. Sebab kita tahu sendiri akses jalan ke Palu via udara maupun darat terputus dan sangat terbatas. Korban pun memang luar biasa banyak. Bencana yang terjadi ada tiga mulai gempa bumi, tsunami, sampai likuifaksi.

Tapi ketika massa mulai menjarah yang lain, Kepolisian tidak bisa lagimentolerir. Bayangkan saja tindak penjarahan tersebut dilakukan dengan menyasar toko-toko yang menjual barang non kebutuhan pokok seperti telepon seluler, elektronik, hingga ban kendaraan bermotor. Kita tahu ada foto orang naik motor menggotong TV baru. Ada juga yang bawa-bawa ban dalam serta piranti lain. Bahkan beredar kabar ada yang menjarah rumah warga, memalak sampai ke surat tanah segala entah buat apa tujuannya.

Tak cuma itu, ada juga laporan bahwa ada sekelompok orang nekat menjarah bantuan yang dibawa masuk dari daerah lain. Siapa yang tidak jengkel?

Bayangkan lho, sekarang ini kemungkinan masih banyak korban yang tertimbun bahkan mungkin hanyut saat tsunami melanda. Di media sosial masih banyak orang mencari sanak saudaranya yang tak kunjung memberikan kabar. Masih banyak pengungsi yang sakit dan terpaksa dirawat di ruang terbuka karena rumah sakitnya sendiri sudah tak sanggup menampung bahkan ada yang hancur bangunannya.

Harusnya kan yang masih dikasih umur panjang, nikmat sehat, nikmat selamat ini banyak-banyak bersyukur dan justru saling membantu bagaimana caranya menemukan korban, menjaga lingkungan yang mungkin penduduknya semburat mengungsi, membantu dapur umum, mendata siapa yang selamat dan yang masih hilang, membantu mengamankan bantuan yang datang, mencatat kebutuhan, dan sebagainya. Banyak yang bisa mereka lakukan. Kok bisa-bisanya malah sibuk menjarah. Kan mestinya dikasih umur panjang, sehat, selamat itu disyukuri bukannya malah dipakai buat dosa ya?

Padahal di KUHP itu sudah diatur, pencurian saat terjadi bencana seperti ini masuk kategori kejahatan berat dan hukumannya jauh lebih besar. Nah lo, siap nggak menjalani masa hukuman? Jangan dikira karena gempa mereka bisa seenaknya.

Dan para provokator ini, entahlah. Sebetulnya banyak dugaan-dugaan yang terlintas di kepala saya. Dan perkataan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto bahwa intelijen sudah diturunkan memperkuat feeling saya bahwa memang ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Apalagi yang terbaru, Polisi berhasil menangkap empat laki-laki yang mencoba membobol ATM. Menurut Pak Setyo, ini adalah kali kelima ada percobaan perampokan ATM usai gempa di Palu. Pembobolan ini terjadi di Jalan Touwa, Jalan S. Parman, Universitas Islam Al-Khaerat, dan SPBU Jalan Diponegoro dengan sasaran ATM milik BCA, Mandiri, BRI, dan Danamon. Ini sudah jelas bukan lagi upaya untuk survive, tapi ada kejahatan terorganisir yang berusaha memanfaatkan situasi. Saya yakin kok orang Palu beneran nggak mungkin sampai kepikiran seperti ini sebab pasti sudah bingung memikirkan nasib keluarganya dan dirinya sendiri. Yang nekat jahat ini kemungkinan besar memang sebuah sindikat. Bahkan selintas saya agak curiga, mungkinkan kelompok teroris Poso ada di balik ini? Sebab rasanya mustahil kalau rakyat biasa nekat mau membobol ATM, mencuri emas, dan sebagainya di situasi seperti ini.

Semoga Kepolisian dan intelijen segera menemukan jawabannya...

Sumber:
https://seword.com/umum/provokator-penjarahan-pasca-gempa-palu-harus-dihukum-dan-diazab-Y9z1ZLR9o

No comments:

Post a Comment