Breaking

Wednesday, October 3, 2018

Tuhan Bayar Tunai! Satu Persatu Musuh Ahok Sudah dan Sedang Dipermalukan


NEWSWinBigLose.com - Sudah waktunya Tuhan bayar tunai. Setiap apa yang menjadi kejahatan manusia, yang belum diselesaikan dengan baik-baik, akan dibongkar Tuhan. Bukan Ahok. Bukan pemerintah, bukan siapapun.

Satu per satu musuh Ahok, yang belum berdamai dengan Ahok, harus berakhir di dalam lumpur yang begitu dalam. Tangan para musuh Ahok digerakkan untuk mencoreng wajahnya sendiri. Bukan konspirasi dunia. Tapi ini adalah konspirasi akbar dari langit.

Tidak ada yang bisa menahan setiap tindakan Tuhan. Penyelenggaraan ilahi – sebut saja itu. Penyelenggaraan ilahi menjadi sebuah hal yang menakutkan bagi manusia.

Penyelenggaraan ilahi itu datang tidak terprediksi. Dia bisa datang kapan saja, menyatakan kemuliaan-Nya di tengah-tengah dunia ini.

Dunia dengan zaman yang sudah bengkok ini, menjadi panggung penyelenggaraan Sang Sutradara Langit. Alam semesta yang adalah makrokosmos pun diciptakan oleh-Nya. Untuk urusan manusia yang adalah ciptaan tertinggi-Nya, adalah sebuah urusan yang tidak sulit bagi-Nya.

Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di balik awan gelap. Sekarang ini awan gelap dengan politisasi SARA dalam pilkada DKI dan Sumatera Utara yang gelap itu, sudah mulai hilang.

Mereka yang tinggal di Jakarta dan Sumatera Utara sudah kedapatan hujan lebat yang begitu mengerikan dari atas langit, karena isu SARA dan politik identitas yang digunakan oleh para pendukung si pemenang yang sekarang dipecundangi.

Ini adalah sebuah bagian yang paling luar biasa epik dalam kisah perpolitikan di Indonesia.

Mereka boleh menang suara. Tapi mereka yang tidak becus urus kota, akan dipermalukan oleh Tuhan langsung. Isu SARA ternyata memang menghasilkan pemimpin bermental sampah, tempe, dan galak bener.

Mereka disebut gabener, galakbener, dan ganasbener. Orang-orang ini dipermalukan bukan oleh Ahok, tapi langsung oleh Tuhan. Tidak main-main.

Mereka dalam menjalankan roda pemerintahannya, sangat parah dan tidak becus. Mereka tidak mampu memimpin tempat mereka menang. Pemenang yang jadi pecundang. Tuhan masih sayang dengan orang Indonesia. Tuhan masih sayang dan mencintai, mengasihani Indonesia.

Awan gelap itu hanya ada di Sumatera Utara dan Jakarta saja. Belum berpotensi merusak Indonesia. Tapi janganlah kita berharap agar awan gelap hoax, SARA, dan bau kardus itu menyelimuti seantero Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote sampai Pulau Miangas.



Jangan. Jangan mengulang tragedi di Sumatera Utara dan Jakarta, dengan aksi anarkis pendukung mereka.

Ahok adalah orang bersih, transparan dan profesional. Jika disingkat, Ahok itu BTP. Ya benar. Basuki Tjahaja Purnama, bersih transparan profesional. BTPBTP artinya Basuki Tjahaja Purnama Bersih Transparan Profesional.

Orang ini benar-benar menjalankan sumpah yang ia terima di hadapan hukum dan Tuhannya. Ia disumpah di atas negara dan Alkitab. Orang ini menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan tidak main-main. Orang ini berbakti.

Bahkan ia harus kehilangan istrinya, ketika ia ada di balik penjara. Orang ini total. Orang ini benar-benar fokus. Sayangnya, orang ini dipenjara. Kenapa? Karena ulah para alumni sampah yang tidak berdamai dengan Ahok.

Mereka yang berdamai dengan Ahok, diluputkan dari azab.

Ada orang-orang yang sudah berdamai dengan Ahok. Mereka yang dulu berbagian dalam memenjarakan Ahok, mulai berdamai dengan Ahok, dan Tuhan menyayangi mereka. Tapi ada orang-orang yang tidak berdamai dengan Ahok.

Ada orang-orang yang masih suka menggunakan isu SARA dan hoax untuk merebut kekuasaan. Mereka ini satu per satu diazab dan dibuang ke sebuah lubang yang tidak ada dasarnya. Lubang kemaluan. Loh? Jangan pikir yang macam-macam. Lubang kemaluan itu ya abyss of shameful.

Makanya belajar biar gak ngeres! Kalimat Ahok terbukti, bahwa satu per satu akan dipermalukan oleh Allah. Ini adalah sebuah kebesaran Tuhan yang Ia nyatakan, terkadang untuk menghibur Ahok yang ada di Mako Brimob.

Perenungannya tidak sia-sia. Ia melihat satu per satu orang yang membencinya, terjerat dengan kemaluan yang begitu besar dan dalam. Besar dan dalam? Loh? Ingat, jangan ngeres lagi!

Akhir kata, benarlah seluruh yang disuarakan sayup-sayup di suatu tempat di Mako Brimob itu. Tuhan membalaskan kejahatan orang, bukan dengan kejahatan orang lain.

Tapi Ia membalaskan dengan kehendak dan kuasa-Nya yang besar. Kita jangan jumawa, siapa tahu kita nanti yang kena. Tetaplah rendah hati. Jangan sok membela Tuhan dan menyebar hoax!

Begitulah tunai-tunai.

Sumber:
https://seword.com/politik/tuhan-bayar-tunai-satu-persatu-musuh-ahok-sudah-dan-sedang-dipermalukan-QjtnfwDUt

No comments:

Post a Comment