Breaking

Thursday, October 4, 2018

Tumpas Premanisme, Masyarakat Dukung Kapoldasu


Malik Assalih Harahap:

Medan, (NEWSWinBigLose.com). Pemerhati Kepolisian Sumut Malik Assalih Hara­hap mengapreasiasi kebe­ra­nian dan nyali Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto da­lam pemberantasan pre­ma­nis­me di Sumatera Utara.

Program Kapoldasu ini “wajib” didukung semua pi­hak dan masyarakat Su­ma­tera Utara.

“Kita sangat salut dan bangga atas kinerja Kapol­dasu Irjen Pol Agus Andri­anto, sejak dilantik menjadi Kapolda Sumut langsung buat gebrakan dengan seruan pembe­rantasan premanisme, bahkan, langsung turun ke la­pangan menertibkan ber­bagai sarang preman seperti, Terminal Amplas, me­nertibkan pos lalu lintas dan pos OKP yang di trotoar yang mengganggu pejalan kaki,” ujar Malik Assalih Harahap, baru-baru ini, usai ketemu Ka­polda Sumut di ruang ker­ja­nya.

Dia menambahkan, preman harus diberantas dari berbagai sendi perekonomian yang sudah banyak dikuasai preman. Bahkan juru parkir pun dikuasai preman.

Ditegaskannya, di mana-mana preman selalu mere­sah­kan masyarakat. Untuk membangun rumah sendiri pun harus menyetor uang keamanan, kalau tidak para tukang yang bekerja tidak nyaman bekerja.

Kondisi ini sangat ironis, padahal ada Polri sebagai aparat keamanan. “Inilah ya­ng mau ditegakkan Ka­polda Sumut, negara harus di­buat berwibawa dan negara tidak boleh kalah dengan preman,” ujarnya.

Malik Menambahkan, bu­kankah yang dilakukan Ka­poldasu itu sudah sangat te­pat. Bahkan kebijakan Ka­pol­da­su mempunyai kebe­ranian, karena berhadapan dengan preman. Ini harus memiliki ke­­­beranian dan nyali,” te­gas­nya.

Mewakafkan

Pati Polri yang sudah malang melintang di bidang reserse ini, sudah mewa­kaf­kan jabatannya untuk men­jaga Kamtibmas di Sumut. Namun yang terpenting saat ini adalah dukungan ma­sya­rakat. Sebab, selama ini ma­sya­­rakat mengeluh ten­ta­ng maraknya prema­nisme di Su­mut khususnya Kota medan.

Inilah saat yang tepat ketika beliau menjadi Ka­pol­da Sumut dan komit mem­bas­­mi preman, masya­rakat harus bersuara, stakeholder lain harus bersuara, para ak­ti­vis mahasiswa dan tokoh masyarakat harus ber­suara, karena beliau sudah menabuh gendang perang terhadap preman.

“ Logikanya, kalau ini juga tidak ada dukungan masya­rakat terhadap Kapoldasu, berarti masyarakat meng­inginkan keberadaan pre­ma­nasih tetap ada,” ujar Malik Assalih Harahap yang juga Ketua Penasihat Gema­su (Gerakan Mahasiswa Su­mut).

Wasekjend DPP BKPR­MI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) ini mengatakan me­ng­ajak ma­syarakat untuk sama-sama men­jaga kon­dusivitas. Bah­kan beliau sudah beberapa kali makan ber­sama dengan para penarik becak di ha­la­man Mapoldasu dan La­pa­ngan Merdeka, sekaligus rasa syukur atas dilantiknya beliau mejadi Kapolda.

“Saya dan keluarga, me­nun­­jukkan rasa hormat atas si­kap rendah hati dan ke­sa­darannya, bahwa jabatan itu tidak kekal. Bahkan un­da­ngan­­nya kepada para bilal mayit, nazir masjid, penggali kubur untuk syu­ku­ran atas dilantiknya menjadi Kapolda merupakan rasa berbagi dan kepedulian yang tinggi.

Dan ini dilakukan ka­rena kita akan diajak meng­ingatkan kema­tian dan supaya rendah hati dan pekerjaan mereka itu sangat mulia. Apa yang di­lakukan Pati Polri Akpol 1989 kelahiran 16 Februari 1967 ini patut di­apresiasi, dan akan meningkatkan terus ter­hadap Polri. Te­rus pada Polri, ini sudah tepat dengan program Kapolri melalui Promoter,” ujar Malik yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Sumber:
http://harian.analisadaily.com/kota/news/tumpas-premanisme-masyarakat-dukung-kapoldasu/628821/2018/10/05

No comments:

Post a Comment