Breaking

Monday, October 8, 2018

TV One Buat siapa? Buat Prabowo, dan Jokowi tentunya


NEWSWinBigLose.com - Sungguh tragis memang nasib Prabowo. Setelah permainan sandiwara yang diperankan oleh seorang emak-emak yang sudah berumur, Ratna Sarumpaet terbongkar, kini sebuah berita yang cukup memilukan kembali menghampirinya. Aburizal Bakrie yang selama ini mendukung pencapresannya, mengalihkan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, Aburizal Bakrie dalam beberapa kesempatan kerap nampak tampil bersama dengan Prabowo. Dan, ketika Partai Golkar, partai yang pernah ia nahkodai itu, secara resmi menyatakan dukungannya kepada Jokowi, Aburizal Bakrie punya jalan sendiri. Ia tidak ikut dengan arus utama Partai Golkar. Ia tetap pada pendiriannya: mendukung Prabowo.

Kedekatan Prabowo dengan Aburizal Bakrie memang sudah lama terbina. Persahabatan mereka bukanlah persahabatan yang ujug-ujug terjalin hanya karena masalah dukung-mendukung capres. Sebelum mendirikan Partai Gerindra, Prabowo dan Aburizal pernah sama-sama menjadi kader Partai Golkar.

Hubungan keduanya semakin erat ketika partai berlambang pohon beringin itu, menjadi salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Hatta Radjasa pada Pilpres 2014 lalu. Dengan segenap tenaga dan pikiran, Aburizal begitu berjibaku untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Namun, mayoritas rakyat Indonesia berkehendak lain.

Lebih dari 50 persen pemilih, lebih mempercayakan suaranya kepada pasangan Jokowi-JK. Prabowo harus kembali menelan pil pahit. Setelah sebelumnya ia juga telah mengalami nasib yang sama. Ia pernah mencoba peruntungannya untuk menjadi orang nomor dua di negeri ini bersama Megawati Soekarnoputri, namun ia gagal.

Melihat perhelatan Pilpres yang begitu hangat ketika itu, di mana hoax dan ujaran kebencian dari kubu Prabowo bertebaran di mana-mana, sesungguhnya saya begitu pesimis jika Jokowi akan memenangi laga yang cukup sengit itu. Setiap hari rakyat dicekoki dengan berbagai cerita-cerita rekaan tentang Jokowi.

Macam-macam. Jokowi keturuan Cinalah, Jokowi anak PKI-lah, orang tua Jokowi yang katanya tidak jelas, dan berbagai cercaan serta fitnah keji lainnya. Selain berbagai kebohongan tentang Jokowi yang saban hari mereka sebar baik lewat media sosial maupun lewat surat kabar yang mereka cetak sendiri, TV One, stasiun televisi milik Aburizal Bakrie itu, juga menjadi media propaganda Prabowo-Hatta.

Stasiun televisi yang identik dengan warna merah itu begitu gencar mengiklankan Prabowo-Hatta. Di samping iklan capres/cawapres yang kala itu bernomor urut 1 itu, pemberitaan di televisi yang mengusung tagline Memang Beda itu, terasa begitu miring. Tidak ada satu pun berita yang mereka sampaikan tentang kekurangan Prabowo-Hatta.

Baik Prabowo pun Hatta Radjasa, oleh TV One digambarkan sebagai sosok sempurna, dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Indonesia. Sebaliknya, Jokowi senantiasa ditampilkan sebagai capres boneka, sosok yang lemah, dan sosok yang plonga-plongo. Kaidah-kaidah jurnalistik tidak lagi mereka indahkan demi nafsu politik sang pemilik televisi.



Dan puncak dari kegilaan TV One adalah ketika stasiun televisi tersebut menyiarkan hasil perhitungan cepat yang berbeda sendiri dengan beberapa hasil perhitungan cepat beberapa lembaga survei yang juga disiarkan oleh stasiun televisi swasta lainnya pada saat hari H pencoblosan Pilpres 2014.

Jika pada stasiun televisi yang lain menyiarkan kemenangan Jokowi-JK berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei, namun bukan di TV One. Stasiun televisi yang memang selalu tampil beda itu menyiarkan hasil perhitungan cepat yang berbeda. Menurut mereka, Pilpres 2014 dimenangi oleh pasangan Prabowo-Hatta.

Suasana menjadi begitu riuh dan hangat ketika itu. Dan rasa-rasanya, pemberitaan tersebut menjadi hoax terbesar, terheboh, dan yang paling memalukan, yang pernah ada sejak negeri ini berdiri. Entah atas dasar apa sehingga mereka (harus) tampil beda. Sejak kejadian yang cukup memalukan itu, saya pribadi mengharamkan menonton TV One. Setidaknya hingga hari ini. Saya tidak tahu besok.

Prabowo yang sudah kebelet untuk menjadi pemimpin tertinggi di negeri ini, nampak begitu bersukacita atas siaran menyesatkan TV One tersebut. Ia dan seluruh pendukungnya segera mendeklarasikan kemenangannya sebagai capres dan cawapres terpilih yang dilanjutkan dengan sujud syukur hingga kepalanya menyentuh lantai.

Dan setelah empat tahun kejadian yang cukup memalukan dan menyedihkan itu berlalu, nampaknya arah dukungan sang pemilik TV One beralih. Aburizal Bakrie akan mendukung pasangan Jokowi Ma’ruf pada Pilpres 2019 nanti. Saya tidak tahu, apakah Aburizal trauma atas kekalahan Prabowo 2014 lalu, atau karena alasan lain.

Dalam sebuah cuitan Raja Juli Antoni di akun twitternya, ia mengunggah sebuah foto makan malam di kediaman Aburizal Bakrie dengan caption “Makan malam 01 di rumah Pak Ical.” Dalam foto tersebut, nampak hadir ketua TKN, Eric Thohir, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, politisi PDIP Aria Bima, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, politisi Golkar Rizal Mallarangeng, dan Aburizal sendiri.

Para tokoh partai yang hadir dalam jamuan makan malam tersebut, termasuk Aburizal Bakrie tentunya, nampak mengacungkan jari telunjuk mereka, sebagai tanda bahwa mereka mendukung pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Aburizal Bakrie mendukung Jokowi? Foto tersebut telah memberi jawaban: Ya, Aburizal Bakrie mendukung Jokowi.

Lalu apa arti dukungan Aburizal Bakrie tersebut? TV One, stasiun televisi miliknya, yang selama ini pro Prabowo itu, sepertinya akan berbalik menjadi kontra. Yang selama ini kontra Jokowi, akan berubah menjadi pro. Akhirnya Jokowi berhasil kuasai TV One. Dan Prabowo? Ia sudah tidak memiliki stasiun televisi sekarang. Selamat! Buat siapa? Buat Prabowo, dan Jokowi tentunya.

Sumber:
https://seword.com/politik/akhirnya-jokowi-kuasai-tv-one-tjxMjQrtK

No comments:

Post a Comment